Hak Anak Dimulai dari Kesediaan Orang Dewasa untuk Mendengar

  • 22 Jul 2026 18:39 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pemenuhan hak anak tidak hanya sebatas memberikan pendidikan dan kebutuhan dasar, tetapi juga memastikan mereka memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat. Lingkungan yang aman dan suportif menjadi faktor penting agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter.

Kepala UPT Layanan Dukungan Anak dan Cacat (LDAC) Kota Pontianak, Ismi Ardhini, dalam Dialog Sanggau Menyapa, Rabu 22 Juli 2026 mengatakan setiap anak memiliki hak untuk didengar tanpa rasa takut. "Anak berhak menyampaikan pendapatnya, didengarkan dengan sungguh-sungguh, serta mendapatkan rasa aman di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat," sambungnya.

Hak anak untuk berpartisipasi telah menjadi bagian dari prinsip perlindungan anak yang harus diterapkan oleh semua pihak. Orang tua, guru, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang terbuka sehingga anak merasa dihargai dan berani menyampaikan apa yang dirasakan.

Menurut Ismi Ardhini, menghargai pendapat anak bukan berarti memberikan kebebasan tanpa batas, melainkan mengajarkan mereka menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab. "Ketika anak merasa dihargai, mereka akan tumbuh dengan rasa percaya diri, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, dan lebih mudah menyelesaikan masalah secara positif," imbuhnya.

Selain itu, rasa aman juga menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap anak dalam proses tumbuh kembang. Lingkungan yang bebas dari kekerasan fisik, verbal, maupun psikologis akan membantu anak berkembang secara optimal, baik dari sisi emosional maupun sosial.

Upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak memerlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Edukasi mengenai hak-hak anak perlu terus dilakukan agar semakin banyak orang dewasa memahami pentingnya melibatkan anak dalam setiap proses yang menyangkut kepentingan mereka.

Ismi Ardhini menegaskan, setiap anak adalah individu yang memiliki hak dan martabat yang harus dihormati. "Mari kita ciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, didengar, dan dihargai pendapatnya, karena dari situlah akan lahir generasi yang sehat, percaya diri, dan mampu berkontribusi positif bagi masa depan," lanjut dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....