Loka Karantina Kesehatan Entikong Perkuat Deteksi Risiko Penyakit

  • 18 Sep 2026 14:52 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID,Sanggau - Risiko penularan penyakit pada pelaku perjalanan menjadi perhatian dalam pengawasan kesehatan di kawasan perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau. Mobilitas masyarakat yang tinggi membuat deteksi dini terhadap penyakit dan berbagai faktor risiko kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Risikonya tentu berbeda-beda sesuai dengan situasi epidemiologi penyakit di daerah asal dan tujuan perjalanan, kondisi lingkungan kita, serta pola mobilitas masyarakat itu sendiri,” ungkap Nuri Khairiati, Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang, Kegawatdaruratan, dan Situasi Khusus Loka Karantina Kesehatan Entikong, dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Jumat 18 September 2026.

Ia mengatakan, faktor risiko penularan penyakit pada pelaku perjalanan dapat berasal dari berbagai jalur, termasuk saluran pernapasan, makanan dan air yang tidak higienis, maupun binatang pembawa penyakit atau vektor. Karena itu, kondisi kesehatan pelaku perjalanan serta lingkungan di sekitar pintu masuk menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam upaya mencegah penyebaran penyakit.

“Kalau kami di Loka Karantina Kesehatan Entikong melakukan pengawasan terhadap penyakit dan faktor risiko kesehatan pada pelaku perjalanan yang melintas di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Nuri menjelaskan, Pengawasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi epidemiologi di daerah asal maupun tujuan perjalanan, kondisi lingkungan, serta pola mobilitas masyarakat yang melintas. Pendekatan tersebut penting untuk mengenali potensi risiko sejak dini, terutama terhadap penyakit yang berpotensi menyebar melalui pergerakan orang antardaerah maupun antarnegara.

“Ketika ada pelaku perjalanan yang dicurigai memiliki indikasi faktor risiko kesehatan, kami melakukan deteksi dini dan selanjutnya ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.

Nuri menegaskan, langkah deteksi dini dan tindak lanjut menjadi bagian dari upaya pengendalian risiko kesehatan di wilayah perbatasan Entikong. Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, potensi penularan penyakit dari mobilitas pelaku perjalanan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....