Sering Dianggap Tabu, Komunikasi Jadi Kunci Edukasi HIV/AIDS
- 26 Agt 2026 22:22 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Menyampaikan informasi tentang HIV/AIDS tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga cara komunikasi yang tepat agar tidak menimbulkan ketakutan maupun stigma. Hal tersebut menjadi perhatian Qayila Aurellya Jovyta selama menjalankan perannya sebagai Duta HIV/AIDS Kabupaten Sambas 2024.
Selama menjadi duta tersebut, Ia melihat stigma masih menjadi salah satu alasan masyarakat enggan mencari informasi maupun memeriksakan kondisi kesehatan. Karena itu, Ia memilih menyesuaikan bahasa dan pendekatan berdasarkan siapa yang menjadi sasaran edukasi.
"Buat aku, untuk penyampaian informasi ini sangat sensitif. Jadi kalau aku ingin menyampaikan sesuatu, aku harus lihat dulu siapa audiensinya, supaya aku bisa menyampaikan informasi ini dengan gampang dan dengan bahasa yang sesuai dengan audiensnya," ujar Qayila dalam Obrolan Sore Ceria di RRI Sanggau, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurutnya, pendekatan kepada pelajar tidak bisa disamakan dengan orang dewasa karena masing-masing kelompok memiliki cara memahami informasi yang berbeda. Kepada siswa, Qayila berusaha menggunakan pendekatan yang lebih dekat agar mereka merasa nyaman bertanya mengenai isu yang masih dianggap tabu.
"Kalau orang tua mungkin bahasanya lebih sopan dan lebih terarah. Dengan siswa, kita juga seperti ngobrol bareng teman supaya melakukan pendekatan itu enggak sulit," katanya.
Ia menilai stigma muncul salah satunya karena masyarakat masih menerima informasi yang tidak tepat mengenai HIV/AIDS. Informasi dari mulut ke mulut tanpa memeriksa kebenarannya dapat memperkuat anggapan keliru dan membuat orang dengan HIV semakin takut berinteraksi dengan lingkungan.
"Orang itu masih belum mendapatkan informasi yang benar, jadi masih banyak informasi yang simpang siur. Makanya orang masih memiliki stigma karena belum benar dalam mencari informasi," ungkapnya.
Karena itu, Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan kondisi fisiknya. Ia juga mengajak masyarakat mencari informasi dari sumber yang jelas, melakukan pemeriksaan kesehatan ketika memiliki risiko, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....