Makan Berlebih Picu Gangguan Metabolisme Tubuh
- 29 Mar 2026 20:19 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Pola makan berlebih selama Lebaran tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga memengaruhi kondisi metabolisme tubuh. Dampak ini sering kali tidak disadari karena muncul secara bertahap setelah perayaan.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan, menyebut kondisi tersebut sebagai kelelahan metabolik akibat konsumsi berlebihan. Hal ini terjadi ketika tubuh dipaksa bekerja lebih keras dalam waktu singkat.
“Setelah beberapa hari makan berlebihan, tubuh mengalami lonjakan gula darah akibat konsumsi makanan manis dan karbohidrat tinggi. Ketika gula darah turun drastis, tubuh akan merasa lemas, mengantuk, dan cepat lapar,” kata Mikael dalam program Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa konsumsi lemak jenuh juga memicu peradangan ringan di dalam tubuh. Dampaknya dapat dirasakan melalui tubuh yang terasa berat dan sendi yang kaku.
“Kandungan garam yang tinggi pada makanan Lebaran menyebabkan retensi air sehingga tubuh terasa begah dan wajah tampak sembab. Hal ini juga berkontribusi pada kenaikan berat badan secara cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sistem pencernaan turut mengalami beban kerja lebih berat. Proses pencernaan lemak yang lambat dapat memicu penumpukan gas dan ketidaknyamanan di perut.
“Kalori yang tidak terpakai akan disimpan sebagai lemak, terutama di area perut. Inilah yang menyebabkan lingkar perut bertambah setelah masa perayaan,” ucapnya.
Untuk itu Mikael mengingatkan pentingnya mengontrol pola makan agar dampak tersebut tidak berlanjut. Perubahan kecil namun konsisten menjadi kunci menjaga keseimbangan tubuh setelah Lebaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....