Cara Seru Belajar Bahasa Arab jadi Menyenangkan

  • 19 Sep 2026 19:55 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Bahasa Arab kerap dianggap rumit karena memiliki banyak kosakata dan kaidah yang perlu dipahami, tetapi anggapan itu tidak sepenuhnya dirasakan Nayla Zakiyatil Fikriyah. Bagi peraih Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2025 tersebut, proses belajar justru bisa menjadi menyenangkan ketika seseorang menemukan metode yang sesuai dengan dirinya.

Siswi yang bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak tersebut mengatakan, salah satu kunci dalam mempelajari Bahasa Arab adalah menemukan cara belajar yang membuat seseorang merasa nyaman. Ia sendiri memanfaatkan berbagai cara, mulai dari membaca buku, menghafal kosakata hingga mendengarkan lagu berbahasa Arab.

“Menurut Nayla sih, justru bahasa Arab itu lebih mudah, terutama dalam membacanya, karena bahasa Arab itu apa yang kita tulis itu yang kita baca. Kalau untuk cara belajar yang menyenangkan, itu tergantung metode yang kita pakai,” ujar Nayla dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Sabtu, 19 September 2026.

Menurutnya, proses belajar tidak harus selalu dilakukan melalui metode yang kaku dan monoton karena setiap orang memiliki cara berbeda dalam menyerap pengetahuan. Ia menyebut penggunaan lagu maupun gambar dapat menjadi alternatif untuk membantu mengingat mufradat atau kosakata Bahasa Arab dengan suasana yang lebih santai.

“Contohnya itu ada orang yang menggunakan lagu atau gambar untuk menghafal mufradat. Misalkan dengan mendengarkan lagu-lagu bahasa Arab, sambil mengerti artinya, mendalami arti lagunya itu,” ungkap Nayla.

Nayla sendiri kerap menggunakan lagu sebagai salah satu cara belajar, meski ia tetap mengimbanginya dengan membaca buku dan mempelajari materi pelajaran secara rutin. Menurutnya, kebiasaan tersebut membuat proses belajar tidak terasa sebagai beban sekaligus membantu kemampuan Bahasa Arab berkembang secara bertahap.

“Dan Nayla juga latihan tilawah rutin setiap hari mandiri di rumah. Lalu juga rutin 2 kali seminggu bimbingan tilawah dengan guru,” katanya.

Selain menemukan metode belajar yang sesuai, Nayla menekankan pentingnya keberanian untuk memulai tanpa terlebih dahulu menunggu diri merasa mahir. Ia mengajak anak muda yang tertarik mempelajari Bahasa Arab untuk tidak buru-buru menyebut dirinya tidak berbakat, karena kemampuan akan tumbuh ketika seseorang bersedia berlatih dan terus belajar.

Bagi Nayla, Bahasa Arab juga memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar kebutuhan perlombaan karena bahasa tersebut berkaitan erat dengan Al Quran. Ia berharap semakin banyak anak muda berani mencoba belajar Bahasa Arab dengan cara yang menyenangkan, sehingga bahasa yang semula dianggap sulit justru dapat menjadi keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....