Juara Qiraat Murottal Kalbar Bongkar Cara Melatih Napas Panjang

  • 08 Sep 2026 20:33 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Kemampuan melantunkan ayat suci Al Quran dengan suara tinggi dan napas panjang kerap dianggap sebagai bakat alami yang hanya dimiliki sebagian orang. Namun, Juara 1 Qiraat Murottal Remaja MTQ Provinsi Kalimantan Barat 2026, Rani Tiarani, mengungkap bahwa kemampuan tersebut juga dapat dilatih melalui teknik dan latihan yang tepat.

Rani mengatakan, dirinya sebenarnya tidak memiliki napas yang terlalu panjang dibandingkan orang lain. Ia justru mengandalkan teknik pengaturan napas agar mampu menyelesaikan ayat-ayat panjang dengan tetap menjaga kestabilan suara.

"Kalau untuk napas sebenarnya napas saya juga tidak terlalu panjang, jadi lebih ke bagaimana cara kita menghemat napasnya. Jadi kita harus tahu ayatnya panjang atau pendek, terus kita harus bisa memperkirakan di mana kita akan wakaf," kata Rani dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Selasa 8 September 2026.

Menurutnya, kemampuan mengatur napas menjadi bagian penting dalam qiraat karena seorang qari atau qariah harus mampu menyesuaikan pengambilan napas dengan panjang pendeknya ayat. Ia menyebut, olahraga seperti berenang dan jogging juga dapat membantu melatih pernapasan, meskipun dirinya sendiri tidak terlalu rutin melakukan olahraga tersebut.

"Kalau untuk melatih napas mungkin bisa dengan olahraga seperti renang atau jogging, itu bisa membantu melatih pernapasan kita. Tapi kalau saya sendiri lebih banyak menggunakan teknik untuk menghemat napas karena saya juga jarang olahraga," ujarnya.

Selain persoalan napas, kemampuan mencapai nada tinggi juga menjadi salah satu hal yang sering membuat pemula penasaran dalam mempelajari qiraat. Rani menilai karakter suara memang memiliki pengaruh, tetapi kemampuan mencapai nada tinggi tetap dapat dikembangkan secara bertahap melalui latihan yang konsisten.

"Kalau untuk suara tinggi itu mungkin memang ada pengaruh dari karakter suara masing-masing, tapi sebenarnya bisa dilatih juga secara bertahap. Jangan langsung dipaksakan tinggi, karena kalau dipaksakan suara kita bisa tidak stabil bahkan bisa terasa sakit," ungkapnya.

Rani sendiri merasakan perkembangan kemampuan vokalnya sejak mulai belajar tartil dan tilawah ketika duduk di bangku SMP hingga kemudian mendalami Qiraat. Menurutnya, proses latihan secara perlahan membuat kemampuan suara semakin terbentuk tanpa harus memaksakan kemampuan di luar batas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....