Tak Mesti Berdiri di Mimbar, Siti Zahraini Buktikan Syiar Islam Bisa dari Tulisan
- 01 Sep 2026 20:47 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Dakwah tidak selalu harus disampaikan dari atas mimbar atau melalui lantunan kata di hadapan banyak orang, karena sebuah tulisan juga dapat menjadi jalan untuk menyampaikan pesan agama. Prinsip itulah yang terus dipegang Siti Zahraini hingga mampu mengukir prestasi sebagai Terbaik Pertama Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis MTQ Provinsi Kalimantan Barat 2026.
Guru yang juga merupakan lulusan Ilmu Al Quran dan Tafsir IAIN Pontianak tersebut menjadikan karya tulis ilmiah sebagai salah satu cara untuk menggali nilai-nilai Al Quran dan hadis sekaligus menghubungkannya dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Baginya, menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya untuk kompetisi, tetapi juga menghadirkan gagasan yang dapat memberikan manfaat.
“Lebih dari sekadar bangga, saya merasa bahwa pencapaian ini menjadi pengingat juga untuk saya untuk terus bersyukur, rendah hati dan juga untuk terus belajar. Bahwa syiar Islam atau syiar agama itu tidak hanya melalui dakwah secara lisan, tapi juga bisa secara tulisan melalui karya tulis ini,” kata Aini saat dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Selasa, 1 September 2026.
Pandangan tersebut semakin kuat setelah Aini melewati perjalanan panjang sejak pertama kali mengikuti kompetisi pada 2022. Ia belajar bahwa karya tulis yang mengangkat nilai keislaman juga perlu mampu menjawab persoalan nyata, sehingga pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi memiliki relevansi dengan kehidupan masyarakat.
Aini mengatakan, dalam kompetisi tahun 2026 ini ia mengangkat isu pelestarian lingkungan dan kerukunan umat beragama melalui tahapan penyisihan, semifinal hingga final. Proses tersebut menuntutnya tidak hanya memahami referensi keagamaan, tetapi juga mampu menemukan solusi yang berbasis Al Quran dan hadis terhadap persoalan sosial yang berkembang.
“Tantangan terbesar itu justru ada pada menyusun gagasan menjadi sebuah tulisan yang utuh dan juga kuat agar memiliki alur yang logis, argumentasi yang tegas dan juga tetap relevan dengan persoalan yang diangkat,” ungkapnya.
Menurut Aini, kepekaan terhadap lingkungan sekitar menjadi langkah awal bagi siapa pun yang ingin mulai menulis karya ilmiah. Persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber gagasan, selama mampu dikaji secara kritis dan dihubungkan dengan nilai-nilai yang relevan.
“Tidak perlu langsung merasa harus menghasilkan tulisan yang besar dan juga sempurna, mulai dari hal yang sederhana, yakni banyak membaca dan juga peka terhadap persoalan di sekitar kita. Karena di sekitar kita juga sudah banyak masalah, jadi mungkin cukup di sekitar saja dulu kita selesaikan,” jelas Aini.
Melalui perjalanan tersebut, Aini ingin menunjukkan bahwa generasi muda memiliki banyak ruang untuk menyampaikan kebaikan, termasuk melalui tulisan yang berangkat dari persoalan masyarakat. Ia berharap semakin banyak anak muda yang berani membaca, berpikir kritis dan menulis, sehingga karya yang dihasilkan bukan hanya membawa prestasi, tetapi juga memberikan manfaat dan menjadi bagian dari syiar yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....