Kisah Daniel Eki, Membangun Kemandirian Ditengah Keterbatasan
- 19 Sep 2025 16:29 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Daniel Eki, seorang penyandang disabilitas di wilayah perbatasan Entikong, memilih untuk hidup mandiri dengan keahlian memangkas rambut. Dari kursi roda sederhana miliknya, ia bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga memberi teladan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berjuang.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perbatasan, Eki sapaan akrabnya, setiap hari menyambut pelanggan yang datang dengan senyum ramah. Dengan peralatan seadanya, ia bekerja penuh ketekunan, memperlihatkan bahwa keterampilan yang diasah dengan sungguh-sungguh mampu membuka jalan kemandirian.
“Saya mulai belajar cukur rambut dari tahun 2014. Awalnya grogi, saya cukur rambut pelanggan baru, tapi semakin ke sini sudah tidak grogi lagi karena sudah terbiasa,” ungkap Eki, Jumat (19/9/2025).
Meski fisiknya terbatas, semangat Eki tidak pernah surut. Ia justeru menjadikan profesi pemangkas rambut sebagai ruang untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menepis stigma bahwa disabilitas hanya menjadi beban bagi lingkungan sekitar.
Kehadirannya sebagai pemangkas rambut di wilayah perbatasan Entikong, memberi warna tersendiri. Selain untuk menghidupi diri sendiri dan kebutuhan pribadi, usaha kecil yang dijalani Eki juga ia gunakan untuk membantu menopang perekonomian keluarga.
“Kalau uangnya biasa saya pakai untuk keperluan berobat di Puskesmas dan nabung juga. Kemudian untuk bantu-bantu di dapur dan bantu orangtua sedikit-sedikit,” ungkapnya.
Kisah hidup Daniel Eki menjadi pengingat bahwa semangat, kerja keras, dan tekad mampu menembus segala keterbatasan. Dari sudut kecil perbatasan Entikong, ia menyalakan api inspirasi bagi banyak orang bahwa kemandirian adalah hak setiap insan, tanpa terkecuali. (TS)