Digitalisasi Pupuk Subsidi Perkuat Ketahanan Pangan di Perbatasan
- 28 Feb 2025 19:42 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Musim panen tahun ini menjadi berkah bagi petani di Desa Nekan, sentra produksi padi di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Bagaimana tidak, setelah bencana banjir yang merendam hampir seluruh lahan pertanian di kecamatan perbatasan negara itu, tangkai-tangkai padi tetap merunduk padat disetiap batangnya.
Keberhasilan petani menjaga sumber pangan utama di batas negeri tidak terlepas dari pupuk yang mereka tabur. Urea dan NPK Ponska, dua pupuk bersubsidi ini menjadi elemen penguat ketahanan pangan 18.416 jiwa penduduk perbatasan.
Supriyadi, Petani di Desa Nekan menyampaikan, bisa mendapatkan panen melimpah setelah diterjang banjir akhir Januari lalu karena tanaman padi mereka sudah tumbuh subur sebelumnya. Penggunaan pupuk yang ditabur, diakuinya, turut mengokohkan tanaman kendati terendam air berhari-hari.

Pupuk subsidi digunakan petani untuk menguatkan tanaman padi di perbatasan (Foto: RRI/Dewi Muliani)
"Saya pakainya pupuk subsidi. Tahun ini saya menggarap 0,25 hektare dan saya dapat tebus 9 karung pupuk isi 50 kilogram. Harganya jauh lebih murah dibanding yang nonsubsidi. Hasil panen juga lumayan ini, walaupun sempat kena banjir besar. Kalau tidak dipupuk dari awal, mungkin sudah busuk tanamannya," ungkap Supriyadi, Jumat (28/2/2025).
Ditengah isu kelangkaan pupuk bersubsidi, Supriyadi mengaku tidak kesulitan memperolehnya. Distribusi pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers, membuatnya mudah memperoleh pupuk sesuai kebutuhan lahannya.
"Kebetulan saya sudah terdaftar di Rencana Definitif Kegiatan Kelompok (RDKK), kami datang ke kios bawa KTP saja sudah tersedia pupuknya sesuai kebutuhan yang kami ajukan di RDKK itu. Jadi tidak rebutan dengan petani lain, karena sudah tersistem semuanya di i-Pubers," ucapnya.

Melalui digitalisasi distribusi pupuk subsidi, warga perbatasan tidak kesulitan lagi memperoleh Urea dan NPK Ponska (Foto: RRI/Dewi Muliani)
Supriyadi bukan satu-satunya yang memperoleh kemudahan mendapatkan pupuk bersubsidi melalui i-Pubers. Menurut Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Entikong, Mahmudi, ada 2.641 petani dari 178 kelompok tani yang menerima manfaat i-Pubers.
"Untuk tahun 2025 ini, ada 178 kelompok tani yang sudah tercatat di RDKK. Jadi mereka tinggal tebus saja di kios penyalur pupuknya dengan membawa KTP atau Kartu Keluarga. Sangat mudah sekarang untuk mendapatkan pupuk subsidi lewat i-Pubers itu, karena jatah tebus pupuk sesuai kebutuhan lahan sudah tercatat by name by NIK," ujar Mahmudi.
Kemudahan petani memperoleh pupuk bersubsidi bukan hanya di Entikong. Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau mencatat, ada 38.710 petani di 15 kecamatan yang memperoleh kemudahan ini.

Kubin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau (Foto: RRI/Dewi Muliani)
Kubin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau menuturkan, penyaluran Urea maupun NPK Ponska yang dilakukan secara digital memastikan hak petani akan pupuk bersubsidi. Sebab, seluruh data yang tercantum bersifat real-time dan akan sulit diubah sehingga pemanfaatannya menjadi lebih efisien serta tepat sasaran.
“Dengan adanya kepastian itu, maka petani dapat memastikan ketersediaan pupuk untuk mereka tepat waktu. Kalau pupuknya sudah pasti tersedia, di waktu tanam itu, maka produksi padi tentunya akan stabil bahkan meningkat ya. Jika produksi meningkat, maka secara otomatis ketahanan pangan kita juga kuat,” tutur Kubin.
Sementara itu, Manager Penjualan Wilayah Kalimantan Barat, PT Pupuk Indonesia, Muhammad Yasin mengungkapkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada petani melalui digitalisasi penyaluran pupuk bersubsidi dengan aplikasi i-Pubers. Melalui aplikasi ini petani dapat menebus pupuk bersubsidi dengan membawa KTP bagi yang sudah terdaftar namanya didalam sistem e-alokasi.

Manager Penjualan Wilayah Kalimantan Barat, PT Pupuk Indonesia, Muhammad Yasin (Foto: RRI/Dewi Muliani)
“Tapi jika pengambilannya diwakilkan, maka dapat diambil dengan membawa KTP asli penerima serta yang mewakilkan dengan membawa juga Kartu Keluarga. Penebusan juga dapat dilakukan secara berkelompok dengan surat kuasa yang disahkan oleh instansi terkait dan kelompok tani. Bahkan, jika petani tersebut meninggal dunia maka bisa diambil oleh ahli waris dengan menunjukkan surat keterangan kematian dan surat keterangan ahli waris,” jelas Muhammad Yasin.
Muhammad Yasin menambahkan, ketersediaan stok pada gudang produsen PT Pupuk Indonesia Group selalu ada dalam jumlah banyak. Dengan begitu, petani tidak perlu khawatir akan kehabisan stok, sebab penyaluran pupuk berdasarkan kebutuhan petani yang sudah dibuatkan rencana penebusan atau prognosa sehingga selalu terpenuhi.
“Pengiriman ke gudang lini III di kabupaten, sejauh ini berjalan dengan lancar dan selalu kita pantau ketersediaan stoknya. Nah, jika ketersediaan stok ini selalu terjaga, tentunya penebusan oleh petani akan selalu terlayani dengan baik," katanya.