Tantangan Memproduksi Peyek Tradisional, Menjaga Rasa dan Kualitas

  • 17 Agt 2026 20:59 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau – Produksi peyek secara tradisional masih menjadi pilihan bagi pelaku usaha kuliner untuk mempertahankan cita rasa khas dan kualitas produk. Namun, proses pembuatan yang mengandalkan keterampilan manual menghadirkan berbagai tantangan, terutama dalam menjaga ketebalan, kerenyahan, serta hasil peyek agar tetap konsisten.

Owner Ranti Kitchen Sanggau, Ranti Ridhiyar mengatakan pembuatan peyek secara tradisional membutuhkan ketelitian dan kesabaran karena sebagian besar proses dilakukan secara manual. Menurutnya, setiap tahapan mulai dari menyiapkan adonan, mencetak, hingga menggoreng harus diperhatikan agar menghasilkan peyek dengan kualitas yang sesuai harapan konsumen.

"Tantangan terbesar dalam membuat peyek tradisional adalah menjaga hasilnya tetap konsisten. Karena prosesnya masih dilakukan secara manual, kami harus benar-benar memperhatikan takaran adonan, ketebalan peyek, suhu minyak, dan waktu penggorengan agar peyek tetap renyah serta tidak mudah gosong," kata Ranti Ridhiyar dalam Obrolan UMKM Bicara RRI Sanggau, Senin 17 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, penggunaan cara tradisional juga membutuhkan pengalaman dalam menentukan kondisi adonan dan panas minyak. Kesalahan kecil dalam proses penggorengan dapat memengaruhi warna, tekstur, hingga cita rasa peyek yang dihasilkan. Kondisi tersebut membuat proses produksi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru.

"Kami tetap mempertahankan cara tradisional karena ada cita rasa dan karakter tersendiri dari peyek yang dibuat secara manual. Meski membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak, kualitas dan rasa menjadi hal yang kami utamakan agar pelanggan tetap mendapatkan peyek yang sesuai dengan ciri khas Ranti Kitchen," ungkapnya.

Menurutnya, tantangan lain dalam produksi peyek tradisional adalah menjaga produktivitas ketika permintaan meningkat. Pelaku usaha harus mampu membagi waktu antara proses produksi, menjaga kualitas bahan baku, pengemasan, dan memenuhi kebutuhan pelanggan tanpa mengurangi standar produk.

Ranti berharap peyek tradisional tetap mendapat tempat di tengah berkembangnya berbagai produk makanan modern. Ia menilai ketekunan dalam menjaga kualitas, mempertahankan cita rasa, serta terus berinovasi menjadi kunci agar produk kuliner lokal dapat bertahan dan semakin dikenal oleh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....