Pesanan Membludak di Ramadan, Hampersspontianak Kebanjiran Orderan

  • 11 Mar 2026 23:58 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Momentum Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga membawa berkah bagi berbagai sektor usaha masyarakat. Salah satunya adalah bisnis hampers atau paket hadiah yang semakin diminati sebagai sarana berbagi kebahagiaan kepada keluarga, sahabat, maupun rekan kerja menjelang Hari Raya Idulfitri.

Tradisi saling mengirim hampers pada bulan suci hingga menjelang Lebaran membuat permintaan terhadap produk ini meningkat tajam. Banyak masyarakat memilih hampers karena dinilai praktis, berkesan, sekaligus menjadi bentuk perhatian kepada orang-orang terdekat.

Owner Hampersspontianak, Siti Maryati, mengatakan aktivitas usahanya mengalami lonjakan pesanan yang cukup signifikan setiap memasuki bulan Ramadan. Menurutnya, permintaan hampers biasanya mulai meningkat sejak awal Ramadan dan terus bertambah hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.

“Kalau menjelang Ramadan sampai Lebaran biasanya pesanan hampers sangat banyak. Baru selesai membuat satu pesanan, sudah ada lagi pesanan berikutnya dari pelanggan,” kata Siti dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Selasa, 10 Maret 2026.

Siti menjelaskan lonjakan pesanan tersebut membuat proses produksi harus diatur dengan lebih terorganisir agar seluruh pesanan pelanggan dapat diselesaikan tepat waktu. Untuk itu hal yang penting dalam pengelolaan waktu dan pembagian tugas menjadi hal penting agar kualitas hampers tetap terjaga meskipun jumlah pesanan meningkat.

“Untuk mengerjakan hampers dalam jumlah banyak tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Saat ini saya dibantu oleh beberapa orang agar proses pembuatan dan penyelesaian pesanan bisa lebih cepat,” jelas Siti.

Ia katakan dalam satu hari seorang pekerja bahkan mampu menyelesaikan puluhan paket hampers, tergantung pada tingkat kesulitan desain dan jenis produk yang digunakan dalam paket tersebut. Meskipun terlihat sederhana, proses penyusunan hampers tetap memerlukan ketelitian agar tampilannya rapi, menarik, dan sesuai dengan keinginan pelanggan.

“Satu orang pekerja bisa membuat sekitar 50 hampers dalam sehari tergantung tingkat kesulitannya, tapi proses menghias hampers tetap memerlukan waktu karena harus ditata dengan rapi agar terlihat menarik,” katanya.

Selain menjadi peluang usaha yang menjanjikan, Siti berharap bisnis hampers yang dijalankannya juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang sekitar. Ia juga berharap masyarakat dapat lebih menghargai proses kreatif dan kerja keras di balik setiap hampers yang dikirimkan sebagai hadiah kepada orang-orang tercinta.

Rekomendasi Berita