Produk Hortikultura Kalbar Dominasi Ekspor Melalui PLBN Entikong

  • 12 Des 2025 12:19 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Aktivitas ekspor produk hortikultura Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia, melalui Terminal Kargo PLBN Entikong terus menunjukkan tren yang stabil. Berbagai komoditas pertanian dan perkebunan menjadi dominasi utama dalam aktivitas pengiriman lintas batas tersebut.

Fasilitator Ekspor BUMDes Entikong Jaya, Kasianus menyampaikan, setiap hari ratusan kilogram hingga belasan ton produk pertanian dikirim ke Sarawak. Ia menegaskan, permintaan yang tinggi membuat aktivitas ekspor berlangsung konsisten sepanjang tahun.

“Setiap hari ada pengiriman. Mulai ratusan kilo sampai belasan ton produk pertanian dikirim ke Sarawak. Komoditas yang dikirim bervariasi, terutama hasil hortikultura dari wilayah perbatasan,” ungkap Kasianus, Jumat (12/12/2025)

Petugas Karantina memeriksa komuditas buah durian lokal Kalbar yang akan diekspor ke Malaysia. Foto: RRI/Rangga

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kalimantan Barat, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Swiet Sinay mengatakan, tren ekspor terus menunjukkan peningkatan. Hal tersebut tercermin dari jumlah sertifikat ekspor yang diterbitkan sepanjang tahun ini.

“Kalau dari kegiatan, trennya meningkat, jumlah pengeluaran sertifikat ekspor terus bertambah,” jelas Swiet.

Sweit menyebut, berdasarkan data Balai Karantina, total terdapat 2.632 lembar sertifikat ekspor yang diterbitkan melalui Terminal Kargo PLBN Entikong. Dari jumlah tersebut, 2.336 sertifikat merupakan komoditas hortikultura yang mendominasi aktivitas ekspor.

Sementara itu, kata Swiet, sebanyak 296 sertifikat lainnya merupakan produk perikanan dengan negara tujuan Sarawak, Malaysia. Data ini menunjukkan bahwa arus perdagangan lintas batas tetap berlangsung aktif sepanjang tahun.

Ditambahkan, stabilnya aktivitas ekspor melalui PLBN Entikong mempertegas potensi besar Kalimantan Barat dalam mendukung rantai pasok pangan regional. Pemerintah berharap tren positif ini dapat terus berlanjut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan pada tahun 2026 mendatang.

Rekomendasi Berita