Lebih Dua Dekade Gawai Dayak Jadi Perekat Kebersamaan di Sanggau
- 07 Jul 2026 20:03 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Perjalanan Gawai Dayak Nosu Minu Podi selama 22 tahun dinilai menjadi bukti komitmen masyarakat adat dalam menjaga budaya dan memperkuat kebersamaan. Anggota DPR RI sekaligus Pemuntuh Agung Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau, Paolus Hadi mengatakan, gawai terus berkembang menjadi ruang pemersatu masyarakat.
"Ini sudah 22 tahun. Saya saksi sejarah yang ikut dari awal sebagai ketua panitia yang pertama. Sampai tahun ke-22 ini saya masih bisa menyaksikan perkembangan-perkembangan yang luar biasa," kata Paolus Hadi saat menghadiri pembukaan Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke XXII di Rumah Adat Dori Mpulor, Kabupaten Sanggau, Selasa 7 Juni 2026.
Ia mengatakan, perkembangan Gawai Dayak menunjukkan semakin kuatnya komitmen masyarakat adat dalam melestarikan budaya yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, gawai tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi wadah mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
"Kita bangga karena memang kita harus mempertahankan budaya, memperkuat kebersamaan sebagai masyarakat adat untuk Sanggau yang kita cintai," ujarnya.
Paolus menilai semangat kebersamaan yang dibangun melalui Gawai Dayak tidak hanya berdampak bagi masyarakat Dayak, tetapi juga memperkuat persatuan seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau. Ia mengatakan, keberagaman yang ada harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun daerah.
"Kalau kita bicara untuk Sanggau, berarti kita bicara juga untuk kebersamaan yang lain, bermartabat," ucapnya.
Ia berharap Gawai Dayak terus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga warisan budaya Dayak agar tetap lestari. Menurutnya, semangat kebersamaan yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....