Hilangnya Adab Jadi Tanda Rusaknya Akhlak Manusia
- 21 Mei 2026 10:21 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Perkembangan teknologi dan arus modernisasi yang semakin pesat dinilai membawa dampak besar terhadap perubahan perilaku masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena mulai muncul berbagai sikap yang bertentangan dengan nilai agama, norma sosial, serta budaya ketimuran yang selama ini dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ketika rasa malu mulai hilang, seseorang akan lebih mudah melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran agama maupun norma sosial, padahal rasa malu merupakan akhlak mulia yang menjaga manusia tetap memiliki batas dalam bersikap dan berperilaku,” ungkap Ageng Setia Perdana, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Parindu dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan hilangnya rasa malu menjadi salah satu ciri menurunnya kualitas akhlak manusia di akhir zaman. Menurutnya, rasa malu merupakan bagian dari iman yang berfungsi sebagai pengendali diri agar seseorang tidak mudah melakukan perbuatan tercela maupun melanggar norma agama.
“Kurangnya adab dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi tanda rusaknya akhlak manusia karena sikap saling menghormati mulai memudar. Padahal adab kepada orang tua, guru, dan sesama manusia merupakan nilai penting yang harus dijaga dalam kehidupan sosial,” ungkapnya.
Selain kurangnya adab, Ageng menilai rusaknya pergaulan turut mempercepat menurunnya akhlak seseorang, khususnya di kalangan anak muda yang mudah terpengaruh lingkungan sekitar. Pergaulan yang tidak sehat dinilai dapat mendorong munculnya perilaku negatif seperti berkata kasar, tidak sopan, hingga menjauh dari nilai-nilai keagamaan dan moral.
“Lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi pembentukan karakter sehingga masyarakat harus lebih selektif memilih teman dan lingkungan sosial. Jika seseorang terlalu mencintai urusan dunia tanpa memperhatikan kehidupan akhirat, maka hati akan mudah lalai dan akhlak perlahan menjadi rusak,” ujarnya.
Ageng berharap masyarakat mampu memperkuat iman, menjaga rasa malu, memperbaiki adab, serta memilih lingkungan pergaulan yang baik agar terhindar dari kerusakan akhlak di tengah perkembangan zaman. Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih mendekatkan diri kepada nilai agama dan meningkatkan kepedulian terhadap kehidupan akhirat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....