Kedekatan Spiritual Perkuat Keharmonisan Keluarga Modern

  • 08 Mei 2026 19:04 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Konsep keharmonisan keluarga kembali menjadi perhatian penting di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan dan dinamika sosial. Kemampuan mengelola konflik keluarga dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga ketenangan rumah tangga agar tetap harmonis dan penuh kasih sayang.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tayan Hilir Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Sri Sartika, menyampaikan bahwa konflik dalam keluarga merupakan hal yang wajar terjadi, namun harus diselesaikan dengan bijak dan dilandasi nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi fondasi utama dalam mengelola persoalan rumah tangga, sikap saling memahami, menghargai, dan menjaga emosi dinilai mampu mencegah konflik berkepanjangan yang dapat merusak keharmonisan keluarga.

“Konflik keluarga harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar rumah tangga tetap harmonis,” ungkap Sri Sartika dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 7 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa ketenangan dalam keluarga tidak hanya berasal dari kecukupan materi, tetapi juga dari kedamaian hati yang dibangun melalui ibadah dan rasa syukur. Dengan memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT, setiap anggota keluarga akan lebih mudah menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Menurutnya, sikap sabar dan saling memaafkan juga menjadi bagian penting dalam mengelola konflik rumah tangga. Perbedaan pendapat harus disikapi dengan kepala dingin tanpa mengedepankan emosi yang berlebihan.

“Dalam keluarga pasti ada perbedaan, namun jika diselesaikan dengan sabar dan penuh kasih sayang, maka persoalan akan terasa lebih ringan,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat beberapa langkah penting dalam menjaga keharmonisan keluarga, di antaranya menjaga ucapan, membiasakan musyawarah dalam mengambil keputusan, serta meluangkan waktu untuk beribadah bersama keluarga. Selain itu, menjaga kejujuran dan keterbukaan antar pasangan juga dinilai penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat memicu pertengkaran dalam rumah tangga.

Sri berharap masyarakat dapat membangun keluarga yang harmonis, saling mendukung, serta menjaga komunikasi dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta rumah tangga yang damai dan penuh kebahagiaan. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern, sehingga keluarga tetap kuat, tenang, dan mampu menghadapi persoalan dengan bijak.

“Rumah tangga yang damai lahir dari sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta kedekatan kepada Allah SWT,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....