Pentingnya Pendidik Memahami Prilaku Siswa

  • 05 Apr 2026 15:54 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Tawa polos anak-anak yang menggema di ruang kelas kerap kali menyembunyikan kisah-kisah yang tak kasatmata, luput dari perhatian sekilas. Di balik keceriaan itu, tersimpan pergulatan emosi, tekanan batin, hingga harapan kecil yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang benar-benar hadir, menyelami, dan peduli sepenuh hati.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN 02 Jongkong, Kapuas Hulu, Irma Nurmia, mengungkapkan pengalaman menghadapi berbagai karakter unik siswa di dalam kelas. Ia menilai bahwa setiap anak memiliki latar belakang emosional yang perlu dipahami secara mendalam.

"Pernah ada seorang siswa yang tiba-tiba menangis di kelas tanpa sebab yang jelas dan ternyata karena takut dimarahi orang tuanya saat nilainya rendah. Hal ini membuat saya sadar bahwa pendekatan emosional sangat penting dalam proses belajar," ungkap Irma dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Jumat, 3 April 2026.

Irma menjelaskan bahwa anak tersebut sejatinya memiliki kemampuan akademik yang cukup baik dan potensi yang menjanjikan, namun tekanan dari lingkungan luar perlahan menggerus rasa percaya dirinya. Peran guru tidak semata sebagai penyampai materi pelajaran, melainkan juga sebagai penenang, pendamping emosional, sekaligus sumber motivasi yang mampu menguatkan kembali keyakinan diri siswa.

"Saya mencoba menenangkan dan memberi pemahaman bahwa nilai bukan segalanya dan kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Anak itu perlahan mulai lebih tenang dan berani mencoba lagi," katanya.

Pengalaman tersebut kata Irma membuka cakrawala pemahamannya bahwa komunikasi yang erat dan selaras antara guru dan orang tua merupakan elemen yang sangat krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, pola asuh yang cenderung keras dan penuh tekanan tidak hanya memengaruhi perilaku anak di rumah, tetapi juga dapat berdampak signifikan terhadap kondisi psikologisnya di lingkungan sekolah, termasuk menurunkan rasa percaya diri dan keberanian untuk belajar.

"Anak-anak tidak bisa selalu ditekan dengan kemarahan karena justru akan membuat mereka semakin takut dan tidak berkembang. Mereka butuh dukungan dan motivasi agar bisa tumbuh dengan baik," ungkapnya.

Pendekatan lembut dan penuh pengertian, kata Irma, terbukti lebih efektif dalam membantu siswa berkembang dan menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan emosional anak. Ia berharap para orang tua dapat lebih bijak dalam mendampingi anak belajar di rumah dan bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, suportif, serta penuh kasih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....