Zero Waste Era Modern Dimulai dari Diri Sendiri
- 21 Feb 2026 16:17 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan dan krisis iklim global, gaya hidup zero waste kian mendapat perhatian masyarakat. Konsep ini menekankan pengurangan sampah sejak dari sumbernya, bukan sekadar mengandalkan sistem pengelolaan akhir.
Di era modern dengan konsumsi serba cepat, gerakan ini dinilai relevan sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan lingkungan. Penggiat lingkungan Sanggau, Bee Balqis, mengungkapkan bahwa perubahan tidak harus menunggu kebijakan pemerintah atau masyarakat secara umum,namun kesadaran kita masing-masing.
“Zero waste itu soal kesadaran pribadi. Kita tidak perlu menunggu aturan atau orang lain bergerak dulu. Mulai saja dari diri sendiri, dari rumah,” ujarnya dalam program green radio RRI Entikong, Sabtu 21 Februari 2026.
Menurut Bee, langkah sederhana seperti membawa tas belanja guna ulang, mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, hingga membuat kompos dari sisa makanan sudah menjadi kontribusi besar jika dilakukan secara konsisten. Ia menilai, kebiasaan kecil yang dilakukan banyak orang akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan timbulan sampah.
Data berbagai lembaga lingkungan menunjukkan, sebagian besar sampah rumah tangga berasal dari kemasan sekali pakai dan sisa makanan. Di era belanja daring dan layanan pesan-antar yang meningkat, tantangan pengurangan sampah pun semakin kompleks,namun kemudahan teknologi justru bisa dimanfaatkan untuk mencari alternatif produk ramah lingkungan dan mendukung pelaku usaha berkonsep berkelanjutan.
“Kesadaran itu menular, ketika satu orang konsisten membawa wadah sendiri atau menolak sedotan plastik, orang di sekitarnya akan ikut terinspirasi,” katanya.
Meski demikian, Bee mengakui tantangan terbesar adalah konsistensi, gaya hidup praktis sering kali membuat orang kembali pada produk instan dan sekali pakai. Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk memulai secara bertahap agar perubahan terasa ringan dan berkelanjutan.
Gerakan zero waste pada akhirnya kata Bee, bukan sekadar tren, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan memulai dari diri sendiri, setiap individu memiliki peran dalam mengurangi beban bumi tanpa harus menunggu pemerintah atau pihak lain mengambil langkah pertama.