Pemerintah Perluas Gerai Pangan untuk Stabilkan Harga Jelang Lebaran
- 08 Mar 2025 19:17 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran dengan membuka 4.800 gerai pangan di seluruh Indonesia. Gerai-gerai ini akan dikelola oleh sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kementerian terkait, termasuk RNI, Bulog, PPI, PT Pos, dan Berdikari.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pangan akan dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia menegaskan tidak ada pengusaha yang diperbolehkan menjual lebih tinggi dari harga yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat menekan lonjakan harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Amran menyoroti fluktuasi harga beberapa komoditas, seperti cabai dan beras. Harga cabai yang sempat melonjak hingga Rp200.000 per kilogram kini turun menjadi Rp100.000 per kilogram setelah perbaikan sistem distribusi. Kenaikan harga sebelumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kendala distribusi, sehingga pemerintah akan lebih serius dalam menangani masalah tersebut.
Untuk komoditas beras, Mentan Amran menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk terjadinya kenaikan harga. Produksi beras nasional meningkat 52 persen dengan stok yang melimpah. Hal serupa berlaku untuk minyak goreng, yang menurutnya tidak seharusnya mengalami kenaikan harga, mengingat Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia.
“Beras tidak ada alasan untuk naik. Produksi kita naik 52 persen dan stok melimpah, jadi tidak boleh ada lonjakan harga. Begitu juga dengan minyak goreng. Kita produsen terbesar dunia, seharusnya tidak ada kenaikan harga meskipun kecil,” kata Amran.
Pemerintah juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga Lebaran guna memastikan harga pangan tetap terkendali. Jika ditemukan pengusaha yang melanggar ketentuan HET, sanksi tegas akan diberikan, termasuk penyegelan dan pencabutan izin usaha sesuai dengan kesepakatan bersama Kapolri.
Di sisi lain, pemerintah mempertimbangkan ekspor telur ke Amerika Serikat yang mengalami kelangkaan pasokan. Meski demikian, Amran menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah tetap memastikan kebutuhan pangan dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu sebelum melakukan ekspor.
"Kami fokus penuhi program pangan bergizi dulu, tetapi jika ada surplus, kita akan ekspor," ujar Amran.