Mendikdasmen : Butuh Kolaborasi Semua Pihak Dalam Meningkatkan Budaya Baca
- 05 Feb 2025 17:40 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menekankan bahwa membangun peradaban bangsa harus dimulai dengan budaya membaca. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan Tahun 2025 yang dilaksanakan Rabu (5/2). Literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga merupakan alat penting untuk mencapai impian, meningkatkan kualitas hidup, dan membuka peluang baru. Dengan literasi, seseorang dapat mengakses informasi yang sangat berguna untuk pengembangan diri.
“Peradaban suatu bangsa dan gerakan membangun peradaban pondasinya adalah membaca,” ujar Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen meyakini bahwa bangsa yang cerdas memiliki kebiasaan membaca. Literasi membantu manusia memahami dunia dengan lebih baik, berpikir kritis, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun perubahan positif di masyarakat. Oleh karena itu, literasi harus lebih dari sekadar melek aksara, tetapi juga mencakup kemampuan untuk memahami dan menelaah informasi. Ia menegaskan bahwa budaya membaca harus diperkuat dengan ketersediaan bahan bacaan yang berkualitas agar dapat mendorong minat baca masyarakat.
Selain membaca, menulis juga memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Abdul Mu’ti menekankan bahwa tradisi membaca yang kuat akan memperkuat tradisi menulis. Tulisan yang baik harus dapat mencerahkan, menggerakkan, dan menginspirasi pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, ketersediaan bahan bacaan yang bermakna bergantung pada kebiasaan menulis yang berkualitas.
“Penyediaan bahan bacaan bermutu membutuhkan sinergi berbagai pihak. Minat baca generasi muda dapat tumbuh dan berkembang optimal jika kita dukung bersama,” ucap Abdul Mu'ti.
Untuk meningkatkan literasi, kolaborasi antara berbagai pihak sangat diperlukan. Pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, dan komunitas harus bersinergi dalam menciptakan program literasi yang inovatif dan inklusif. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas dalam meningkatkan minat baca, sehingga generasi muda memiliki akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas dan relevan.
Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2025 yang bertema "Sinergi Membangun Budaya Baca dan Kecakapan Literasi untuk Negeri" menjadi momentum penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang lebih literat dan maju. Acara ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan berbagai program literasi, mengintegrasikan kebijakan, serta memperkuat interaksi antar pemangku kepentingan. Dengan pendekatan perencanaan partisipatif, diharapkan kebijakan literasi dapat berkelanjutan dan menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal.