Pedagang Pasar Relokasi Menanti Berkah Ramadan

  • 07 Mar 2026 18:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Deretan pakaian, sepatu, dan sandal tergantung rapi di sebuah lapak sederhana di pasar relokasi. Di tempat itulah Sri Sumarni, seorang pedagang konveksi, menggantungkan penghasilan untuk keluarganya selama lebih dari dua tahun terakhir.

Sejak direlokasi dari pasar lama karena proses pembangunan, Sri Sumarni bersama pedagang lain menempati lapak sementara. Ia tetap membuka lapak setiap hari, meskipun kondisi penjualan belum sepenuhnya kembali ramai seperti sebelumnya.

Ramadan tahun ini belum membawa perubahan berarti pada penjualannya. Pembeli memang tetap datang, tetapi jumlahnya masih belum seramai yang diharapkan para pedagang.

Menurut Sri Sumarni, kondisi menjelang puasa biasanya memang masih landai. Ia mengatakan masa puncak belanja umumnya terjadi mendekati Lebaran ketika masyarakat mulai mencari pakaian baru.

“Biasanya memang belum ramai sebelum puasa. Mungkin nanti sudah mendekati Lebaran baru mulai banyak yang beli,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Dari usaha menjual pakaian, sepatu, dan sandal itulah ia selama ini memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hasil berdagang juga membantu menyekolahkan anak serta membangun rumah secara bertahap.

Namun berjualan di lokasi sementara bukan tanpa tantangan. Selain harus menghadapi teriknya cuaca pada siang hari, kondisi akses keluar masuk pasar yang terbatas juga memengaruhi jumlah pengunjung.

Sebagian pedagang sayur kini dipusatkan di lokasi lain sehingga arus pembeli di area tempatnya berjualan ikut berkurang. Situasi tersebut membuat pedagang konveksi seperti dirinya harus lebih sabar menunggu datangnya pembeli.

Meski begitu, Sri Sumarni tetap menyimpan harapan agar Ramadan kali ini membawa perubahan yang lebih baik. Ia berharap mendekati Lebaran nanti pasar kembali ramai sehingga penjualan para pedagang ikut meningkat.

Rekomendasi Berita