Inflasi NTT Februari 2026 Dipicu Kenaikan Harga Komoditas
- 07 Mar 2026 00:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Februari 2026 sebesar 0,45 persen, yang dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan harga barang dan jasa dibandingkan Januari 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS NTT, Putu Dita Pikupana, menjelaskan inflasi dihitung berdasarkan pemantauan harga sekitar 450 komoditas yang dikonsumsi masyarakat. Pemantauan dilakukan secara rutin oleh petugas statistik di pasar tradisional maupun pusat perdagangan.
Menurutnya, inflasi bulanan dihitung dengan membandingkan perubahan harga antara bulan berjalan dan bulan sebelumnya.
“Inflasi 0,45 persen berarti harga barang secara umum pada Februari lebih tinggi dibandingkan harga Januari,” ujarnya kepada RRI, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan komoditas yang dipantau meliputi kebutuhan pangan, transportasi, perumahan, hingga berbagai jasa yang memengaruhi pengeluaran rumah tangga masyarakat. Perubahan harga pada komoditas tersebut menjadi dasar penghitungan inflasi daerah setiap bulan.
Data inflasi menjadi indikator penting untuk melihat perkembangan ekonomi serta pergerakan harga kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga memanfaatkan data tersebut sebagai bahan evaluasi dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga dan menjaga stabilitas ekonomi.
BPS NTT secara rutin melakukan survei harga di sejumlah kabupaten dan kota untuk memastikan data inflasi yang dihasilkan akurat dan mencerminkan kondisi pasar.
“Informasi inflasi ini memberikan gambaran perkembangan harga barang dan jasa yang dirasakan masyarakat,” kata Putu.