Teater Pata Angkat Isu TPPO melalui Panggung

  • 18 Feb 2026 05:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Teater Pata Maumere mengangkat isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui pementasan teater sebagai bentuk kampanye sosial. Hal itu disampaikan dalam Program Cerita Langsung Bareng Komunitas Pro Dua RRI Ende, Rabu, 11 Februari 2026.

Sutradara Ando dan aktor Eldos menjelaskan komunitas tersebut resmi terbentuk pada 10 Oktober 2023 di Pantai Koka, Maumere. Awalnya, Teater Pata berawal dari grup WhatsApp alumni dan mahasiswa IFKT Ledalero yang memiliki minat pada seni pertunjukan.

Nama “Pata” diambil dari falsafah bahasa Bajawa yang berarti sabda atau pesan. Meski menggunakan istilah Bajawa, anggotanya berasal dari Ambon, Kupang, Timor, Ende, dan Maumere.

Ando menyebut visi komunitas sebagai ruang pertumbuhan ide dan kolaborasi lintas disiplin. Mereka ingin menjadikan teater tetap relevan serta dekat dengan realitas sosial masyarakat Flores.

Pementasan perdana berjudul “Cermin” digelar untuk penggalangan dana pembangunan Gereja Paroki Lepadi. Seluruh hasil pertunjukan disumbangkan bagi kebutuhan pembangunan gereja tersebut.

Proyek terbaru mereka berjudul “Narasi Tubuh” dipentaskan di Bajawa dengan mengangkat isu TPPO. Karya kolaboratif itu merefleksikan eksploitasi tubuh manusia sebagai komoditas ekonomi melalui perpaduan dialog dan gerak.

“Teater bukan sekadar akting, tetapi ruang untuk menyuarakan kegelisahan sosial dan menemukan jati diri,” ujar Eldos.

Komunitas ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berencana melegalkan organisasi sebagai wadah kampanye sosial berbasis seni pertunjukan.

Rekomendasi Berita