Pengelolaan SPPG Profesional Kunci Sukses Program MBG
- 12 Mar 2026 09:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, menegaskan pentingnya pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara profesional agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan berkualitas. Penegasan tersebut disampaikan saat meresmikan operasional SPPG di Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Rabu (11/3/2026).
Dalam sambutannya, Dominikus Minggu mengingatkan para pengelola agar belajar dari sejumlah kasus di daerah lain yang mengalami insiden keracunan makanan dalam program serupa. Ia menegaskan kejadian tersebut tidak boleh terjadi di Kabupaten Ende.
Menurutnya, pengelolaan SPPG harus dilakukan secara cermat dan disiplin agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat. Pengawasan yang ketat juga diperlukan untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar.
Dominikus menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola SPPG dengan satuan tugas terkait dalam menjalankan program MBG. Evaluasi rutin, kata dia, perlu dilakukan agar pelaksanaan program terus mengalami perbaikan.
Ia juga mengingatkan para relawan dan pengelola untuk memastikan makanan yang disiapkan bagi penerima manfaat benar-benar higienis dan bergizi. Hal tersebut penting agar program tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat.
Menurut Dominikus, hingga saat ini belum ditemukan kasus yang merugikan dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Ende. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan agar kondisi tersebut dapat terus dipertahankan.
Seluruh tahapan proses, mulai dari pemilihan bahan makanan hingga distribusi kepada penerima manfaat, harus mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan. Ia meminta pengelola mematuhi prosedur sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.
Dominikus juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi bersama pemerintah daerah di Sentul, Bogor, meminta kepala daerah bergerak lebih cepat dalam mengimplementasikan program MBG. Meski demikian, ia menilai pelaksanaan di Ende tetap menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan produktif. Pemenuhan gizi anak dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas kecerdasan generasi muda.
Ia berharap melalui program tersebut, Indonesia dapat melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting menjelang peringatan 100 tahun kemerdekaan pada 2045. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan status gizi anak sejak usia dini.
Dominikus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberhasilan program MBG. Dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur TNI dan Polri dinilai penting untuk memperkuat semangat gotong royong.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Ende, ia turut menyampaikan apresiasi kepada Yayasan ArRuman Matsabah Ende yang mengelola SPPG di Kelurahan Potulando. Menurutnya, fasilitas tersebut telah memenuhi standar ideal sebagai unit pelayanan pemenuhan gizi masyarakat.