Pasar Pagi Simpang Ateh Ngarai di Bukittinggi
- 07 Jun 2026 20:36 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Pasar Pagi Simpang Ateh Ngarai menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi kuliner pagi yang legendaris di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Kawasan yang berada di jalur menuju Ngarai Sianok, tepatnya di sekitar Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, ini dikenal sebagai tempat berburu aneka makanan tradisional Minangkabau sejak dini hari.
Setiap hari pakan, yakni Rabu dan Sabtu, kawasan Pasar Simpang Ngarai mulai ramai sejak waktu subuh. Beragam pedagang menjajakan makanan khas Minangkabau, kue-kue basah tradisional, hingga jajanan pasar yang menjadi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan.
Suasana pasar yang hidup dan penuh aktivitas menjadikan kawasan ini sebagai salah satu ikon kuliner pagi di Bukittinggi. Namun, tingginya aktivitas perdagangan dan letaknya yang berdekatan dengan sejumlah objek wisata membuat ruas jalan di sekitar simpang tersebut kerap mengalami kepadatan, terutama saat akhir pekan, libur nasional, dan musim libur Lebaran.
Salah satu daya tarik utama Pasar Pagi Simpang Ateh Ngarai adalah ragam pilihan menu sarapan khas Minangkabau yang masih mempertahankan cita rasa tradisional.
Di kawasan ini terdapat sejumlah warung sarapan yang telah lama dikenal masyarakat. Salah satunya adalah Pical Ayang yang menyajikan berbagai menu favorit seperti lontong pical telur, bubur kampiun, soto, nasi sup, hingga teh talua. Tempat makan ini menjadi pilihan banyak pengunjung karena menawarkan cita rasa khas Minangkabau dengan harga yang terjangkau.
Tak hanya makanan berat, pengunjung juga dapat menemukan berbagai jajanan tradisional dan kue-kue khas Minangkabau yang dijual di lapak-lapak pedagang kaki lima. Salah satu yang banyak dicari adalah Kue Mangkuak, kuliner tradisional yang telah lama menjadi bagian dari khasanah kuliner masyarakat Ateh Ngarai.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pasar dan berburu kuliner tradisional, disarankan datang lebih awal, yakni antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Pada waktu tersebut, pilihan makanan dan kue tradisional masih lengkap serta suasana pasar belum terlalu padat.
Pengunjung juga dianjurkan menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki apabila menginap di sekitar kawasan wisata Bukittinggi. Selain lebih praktis, cara ini dapat membantu menghindari kemacetan yang sering terjadi di sekitar persimpangan.
Sementara itu, area parkir tersedia di sepanjang bahu jalan dengan sistem parkir berbayar. Pengunjung diimbau untuk memarkir kendaraan pada lokasi yang telah ditentukan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Keberadaan Pasar Pagi Simpang Ateh Ngarai tidak hanya menjadi pusat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pelestarian kuliner tradisional Minangkabau yang terus bertahan di tengah perkembangan zaman. Kawasan ini menjadi bukti bahwa cita rasa khas dan budaya kuliner lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Bukittinggi. (ER/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....