Menjaga Fitrah usai Ramadan
- 04 Apr 2026 05:09 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Mempertahankan fitrah menjadi kunci utama setelah menjalani ibadah Ramadan. Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari Dr. Ahmad Rijali, M.Pd dalam dialog Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu pagi, 4 April 2026.
Ahmad Rijali menekankan puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri dalam berbagai aspek kehidupan. Nilai-nilai ini penting dijaga agar tidak hilang begitu saja setelah Ramadan berakhir.
“Puasa itu bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi latihan menjaga hawa nafsu dan emosi,” ucap Ustaz Ahmad Rijali. “Di situlah proses kita kembali kepada kesucian diri atau fitrah.”
Menurutnya, keberhasilan Ramadan seharusnya tercermin dalam perilaku setelahnya. Salah satu cara menjaga hasil tersebut adalah dengan melanjutkan ibadah, seperti puasa enam hari di bulan Syawal.
“Puasa Syawal menjadi bentuk penyempurnaan agar kemenangan melawan hawa nafsu tidak hilang,” katanya. “Ini adalah upaya menjaga kualitas spiritual pasca Ramadhan.”
Ustaz Ahmad Rijali mengatakan, manusia pada dasarnya lahir dalam keadaan suci. Namun, lingkungan dan kebiasaan seringkali membuat manusia menjauh dari fitrahnya.
“Setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah, dan tugas kita adalah menjaganya,” ucapnya. “Jangan sampai kesucian itu ternodai oleh perilaku yang menyimpang.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....