Hasiarnas ke-93: Antara Visi Strategis dan Realitas yang Ironis
- 02 Apr 2026 23:08 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Hari Penyiaran Nasional (Hasiarnas) 2026 baru saja kita peringati. Tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional” terdengar sangat gagah.
Secara teoritis, penyiaran memang benteng terakhir kedaulatan informasi. Di tengah gempuran hoaks dan algoritma media sosial yang memecah belah, lembaga penyiaran (TV dan Radio) seharusnya menjadi clearing house yang menjaga stabilitas sosial.
Namun, mari kita bicara jujur. Misi besar ini sedang berdiri di atas fondasi yang retak karena krisis eksistensi karena stasiun radio di daerah tak sedikit yang tumbang.
Dunia penyiaran kita sedang tidak baik-baik saja. Fenomena "mati suri" hingga tutupnya radio-radio lokal di daerah bukan sekadar masalah bisnis semata, melainkan ancaman terhadap ketahanan informasi. Ketika radio lokal mati, suara komunitas hilang, dan akses informasi publik di pelosok pun terputus.
Yang kedua, Ketimpangan Ekosistem Digital. Dimana Kita tidak bisa menutup mata bahwa kue iklan kini hampir sepenuhnya "ditelan" oleh platform global dan media sosial. Lembaga penyiaran dipaksa bertarung di medan laga yang tidak setara (unlevel playing field).
Bahkan media penyiaran resmi terikat aturan ketat P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran). Sementara Media Sosial, bebas tanpa sensor, namun meraup keuntungan finansial terbesar.
Jika pemerintah dan pemangku kepentingan membiarkan industri penyiaran berjuang sendirian melawan arus multi platform yang ganas, maka tema "Ketahanan Nasional" akan kehilangan tajinya.
Sebagai catatan kritis, bahwa ketahanan nasional mustahil terwujud jika pilar informasinya keropos secara finansial dan teknologi. Tanpa regulasi yang melindungi ekosistem media lokal dari dominasi platform global, kolaborasi ini hanya akan menjadi slogan di atas kertas.
Mewujudkan ketahanan nasional melalui penyiaran membutuhkan lebih dari sekadar semangat, karena butuh keberpihakan politik dan ekonomi. Dukungan nyata berupa insentif, regulasi publisher rights yang adil, serta adaptasi teknologi adalah harga mati agar penyiaran tidak hanya menjadi sejarah, tetapi tetap menjadi penjaga kedaulatan bangsa.
Selamat merayakan Hari Penyiaran Nasional. Mari berkolaborasi, bukan sekadar basa-basi. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....