Alat Berat Proyek Normalisasi Kali Rawa Indah Kelapa Gading Terguling
- 20 Jul 2026 20:50 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Proyek normalisasi kali di kawasan Rawa Indah, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, diwarnai insiden menegangkan. Satu unit alat berat jenis ekskavator atau yang biasa disebut beko oleh warga setempat, mengalami kecelakaan hingga terguling saat tengah melakukan pengerukan.
Fahrudin, seorang warga asli RT 05 RW 03 yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, menceritakan detik-detik sebelum alat berat itu kehilangan keseimbangan. Menurutnya, insiden yang terjadi pada Mjnggu 19 Juli 2026 sore hari sekitar pukul 17.30 WIB itu bermula ketika operator berusaha memajukan posisi alat berat yang ruang geraknya terhalang oleh kanopi rumah warga.
"Begitu kemarin dia posisinya sudah bagus, sudah andal, dia maju kan. Pas ujungnya mau mengeruk, awalnya kan sempat menahan tuh. Dia maju karena terhalang kanopi, diangkat sama dia, dilepas. Terjadilah dia langsung tumbang," ujar Fahrudin saat memberikan keterangan kepada RRI Jakarta. Senin 20 Juli 2026.
Ia menduga, ekskavator tersebut terguling akibat distribusi beban yang tidak seimbang saat beroperasi di medan yang terbatas.
"Bisa dibilang bebannya terlalu banyak di belakang, jadi sudah enggak ada tahanan atau pegangan lagi." ujarnya.
Sebelum benar-benar terbalik, alat berat tersebut sebenarnya sempat tersangkut di bagian belakang area proyek. Warga dan pekerja sempat berupaya memberikan bantuan darurat dengan mendatangkan ekskavator berukuran lebih kecil untuk menahan badan alat berat yang miring. Namun, karena bobot yang terlalu besar, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Suara dentuman keras saat alat berat itu roboh sempat mengejutkan warga sekitar dan seketika menjadi tontonan. Beruntung, Fahrudin memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Terkait adanya insiden dan dampak dari pengerjaan proyek pemerintah ini, Fahrudin mengaku warga hanya bisa pasrah sekaligus berharap agar pengerjaan ke depannya bisa lebih aman dan memprioritaskan keselamatan lingkungan pemukiman.
"Kalau maunya warga sih penginnya aman, enggak sampai merusak macam-macam. Tapi yang namanya program pemerintah, kita masyarakat kan enggak bisa apa-apa, cuma bisa melihat saja," pungkasnya.
Hingga hari ini Senin 20 Juli 2026 alat berat yang terguling tersebut masih menunggu proses evakuasi lebih lanjut menggunakan mobil derek khusus (crane).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....