Remaja 14 Tahun Hilang Misterius dari Haluan Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian
- 19 Jul 2026 19:05 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Busel - Seorang remaja pria bernama Marifah (14) hilang di perairan Lande, Kabupaten Buton Selatan, setelah diduga terjatuh dari atas kapal tempatnya bekerja.
Korban merupakan warga Pimpi, Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau.
Hingga memasuki pukul 17.03 Wita, pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan masih memberikan hasil nihil.
Akibat kondisi lapangan, operasi SAR dihentikan sementara waktu dan direncanakan akan dilanjutkan kembali besok pagi mulai pukul 07.00 Wita.
Kepala KPP Kendari Amiruddin A.S membenarkan adanya laporan kecelakaan kapal jenis Man Overboard (MOB) tersebut.
"Hingga memasuki pukul 17.03 Wita pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan dengan hasil nihil. Ops SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pada pukul 07.00 Wita," ujar Amiruddin A.S.
Amiruddin menjelaskan, pencarian di hari pertama ini didukung oleh kondisi cuaca yang cukup cerah di sekitar lokasi kejadian.
Kecepatan angin di area perairan dilaporkan berada di kisaran 6 knot yang bertiup dari arah timur, dengan estimasi tinggi gelombang antara 0 hingga 0,8 meter.
Peristiwa naas tersebut bermula pada Sabtu, 18 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 Wita. Setelah korban mengambil umpan di area bagan, salah seorang anak buah kapal (ABK) sempat menyuruh remaja tersebut untuk masuk dan beristirahat di dalam kamar kapal.
Namun berselang setengah jam kemudian, salah satu ABK masih melihat korban sedang berada di area haluan kapal.
Tepat pada pukul 21.00 Wita, keberadaan korban sudah tidak terlihat lagi di seluruh area kapal, sehingga kuat dugaan korban telah terjatuh ke dalam laut.
Sejumlah unsur tim gabungan diturunkan langsung ke lapangan guna memaksimalkan proses pencarian di sekitar lokasi.
Pihak yang terlibat meliputi SMC dan staf SMC, personel Pos SAR Baubau, Polsek Lapandewa, Koramil Sampolawa, Aparat Desa Lapandewa Makmur, Aparat Desa Gerak Makmur, serta dibantu oleh pihak keluarga korban.
Tim di lapangan juga membekali diri dengan berbagai alat utama keselamatan guna menyisir wilayah perairan secara optimal.
Beberapa alat yang digunakan di antaranya mobil penyelamat (rescue car), perahu karet (rubber boat), kapal bahan fiber, alat pendeteksi bawah air (aquaeye), peralatan evakuasi, peralatan medis, serta alat komunikasi pendukung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....