Puspaga: Perempuan Perlu Sabar Aktif dan Berani Mencari Bantuan

  • 19 Jul 2026 09:44 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Perempuan yang menghadapi tekanan hidup tidak seharusnya memendam seluruh persoalan seorang diri. Sikap sabar dalam menghadapi ujian perlu disertai ikhtiar, termasuk mencari dukungan keluarga maupun bantuan profesional ketika diperlukan.

Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Ayu Suhadi, S.Psi M.Ed., dalam Dialog Perempuan dan Anak RRI Banda Aceh Senin 6 Juli 2026 mengatakan, perempuan yang datang menjalani konseling umumnya bukan karena lemah, melainkan karena terlalu lama memikul beban sendiri.

"Sering kali mereka datang bukan karena lemah, tetapi karena terlalu sering memikul semua beban sendiri. Kalimat yang paling sering saya dengar adalah, 'Bu, saya tidak sanggup'," kata Ayu.

Menurutnya, tuntutan sosial yang mengharuskan perempuan menjadi sosok sempurna sebagai ibu, istri maupun anak membuat banyak perempuan enggan mengungkapkan persoalan yang dihadapi.

Ia menjelaskan, memendam masalah secara terus-menerus dapat memicu gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, sulit tidur hingga kebiasaan menyalahkan diri sendiri.

"Sabar bukan berarti menerima semua keadaan tanpa berbuat apa-apa. Ketika sudah muncul kecemasan, depresi, atau sulit tidur, itu tanda kita perlu mencari pertolongan. Itu juga bagian dari ikhtiar," ujarnya.

Ayu menambahkan, perempuan juga perlu membangun self esteem atau penghargaan terhadap diri sendiri agar mampu menghadapi masalah secara sehat.

"Perempuan yang memiliki self esteem yang baik akan melihat masalah bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai pelajaran dan mencari solusi," katanya.

Ia juga mengingatkan perempuan agar tidak terjebak dalam kebiasaan overthinking, karena pikiran yang berlebihan justru dapat membatasi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

"Kita lakukan apa yang mampu kita lakukan hari ini. Boleh membuat rencana, tetapi jangan sampai overthinking terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi," ucap Ayu.

Menurutnya, apabila seseorang sudah tidak mampu mengatasi persoalan sendiri, maka langkah terbaik adalah mencari teman, keluarga, atau tenaga profesional yang dapat memberikan pendampingan.

"Kalau gejalanya sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu meminta bantuan profesional. Namun sebelum itu, perbaiki juga hubungan kita dengan Allah, karena jiwa adalah milik Allah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....