Batik Keris Hadir di Lampung, Usung Motif Khas Daerah ke Pasar Nasional

  • 18 Jul 2026 19:58 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Batik Keris resmi membuka gerai terbarunya di Mal Boemi Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu 18 Juli 2026. Kehadiran merek ritel batik nasional tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas pasar produk wastra bermotif khas Lampung sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui industri fesyen.

Pembukaan gerai Batik Keris dilakukan melalui kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung. Kerja sama tersebut menghadirkan koleksi batik yang mengangkat berbagai ikon budaya Lampung, seperti siger, kapal, daun kopi, hingga biji lada, yang dikemas dengan desain modern untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Komisaris Utama Batik Keris, Lina Handianto Tjokrosaputro, mengatakan kehadiran Batik Keris di Lampung tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui produk fesyen.

"Kami berharap kehadiran Batik Keris di Lampung tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja, tetapi juga menjadi ruang untuk semakin mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Semoga mendapatkan dukungan dari masyarakat Lampung sehingga kami bisa terus berkembang di kancah nasional," ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Batik Keris akan memasarkan koleksi bermotif khas Lampung ke lebih dari 120 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi budaya Lampung sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pengembangan wastra daerah.

Tak hanya menghadirkan motif khas, setiap produk juga dilengkapi hangtag khusus yang berisi penjelasan mengenai filosofi di balik setiap motif. Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan edukasi kepada konsumen sehingga tidak hanya mengenakan batik, tetapi juga memahami makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan seluruh proses pengembangan motif dilakukan melalui konsultasi dengan tokoh budaya agar tetap menjaga keaslian nilai filosofis budaya Lampung.

"Sebelumnya Dekranasda telah berkonsultasi dengan tokoh budaya, Bapak Ansori Djausal dan juga Umi Ria agar penempatan siger, kapal ataupun komoditas seperti daun kopi dan biji lada itu tepat," kata Wulan.

Ia menambahkan, koleksi hasil kolaborasi dirancang dengan konsep ready to wear sehingga dapat digunakan oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda, baik untuk aktivitas formal maupun kasual.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....