Hindari Kesombongan, Jalan menuju Petunjuk Allah

  • 18 Jul 2026 18:38 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kesombongan merupakan penyakit hati yang dapat menghalangi seseorang menerima petunjuk Allah Swt. Karena itu, umat Islam diajak menumbuhkan sikap tawadhu atau rendah hati dalam setiap aspek kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ahmad Muhajir, Ph.D., dalam Program Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin bertema "Dari Sombong Menuju Tawadhu", Sabtu, 18 Juli 2026. Ahmad Muhajir menegaskan, kesombongan tidak diukur dari harta, jabatan, maupun penampilan seseorang.

Ahmad Muhajir menjelaskan Rasulullah saw mendefinisikan kesombongan sebagai sikap menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Menurutnya, Allah Swt membenci kesombongan karena sifat tersebut menjauhkan manusia dari petunjuk-Nya.

"Allah membenci kesombongan karena membuat seseorang menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Itulah hakikat sombong yang dijelaskan Rasulullah saw."

Ia mengatakan penolakan terhadap kebenaran sering muncul akibat ego dan gengsi. Sikap tersebut dapat terjadi dalam lingkungan keluarga, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.

Ahmad Muhajir menegaskan lawan dari kesombongan adalah tawadhu atau rendah hati. Tawadhu berarti menyadari bahwa ilmu, harta, jabatan, dan seluruh nikmat merupakan karunia Allah Swt.

"Orang yang tawadhu tidak merasa lebih tinggi dari orang lain," ucapnya. "Allah sendiri yang akan mengangkat derajat orang yang merendahkan diri karena-Nya."

Ahmad Muhajir mengisahkan dialog Nabi Musa a.s. dengan iblis. Kisah tersebut menunjukkan bahwa kesombongan dan keras kepala membuat iblis menolak menghormati Nabi Adam as sehingga tetap berada dalam laknat Allah Swt.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menggunakan media sosial. Keinginan mencari validasi dan pujian dapat memunculkan kesombongan apabila tidak disertai keikhlasan.

"Media sosial dapat menjadi ruang pencitraan yang mengaburkan ketulusan," ujarnya. "Karena itu, luruskan niat dan waspadai munculnya sifat sombong."

Di akhir kajian, Ahmad Muhajir mengajak umat Islam terus berkarya dan berprestasi tanpa merasa paling berjasa. Menurutnya, seluruh keberhasilan merupakan anugerah Allah Swt yang harus disyukuri agar hati tetap tawadhu dan terhindar dari kesombongan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....