Bidan Jadi Agen Perubahan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Stunting

  • 19 Jul 2026 09:03 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-75 dan Hari Bidan Internasional (International Day of the Midwife/IDM) Tahun 2026 di Sorong, Sabtu 18 Juli 2026, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Provinsi Papua Barat Daya, Bdn. Anita Rohani Wariaka, mengajak seluruh bidan di Papua Barat Daya untuk menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting.

Menurut Anita, tema HUT IBI tahun ini, "One More Million Midwives", bukan sekadar ajakan menambah jumlah tenaga bidan, melainkan menghadirkan lebih banyak bidan yang kompeten, berdedikasi, menguasai teknologi, memahami riset, memiliki kemampuan advokasi, serta tetap mengedepankan empati dalam memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak.

"Papua Barat Daya membutuhkan bidan yang berani menyuarakan kepentingan masyarakat, berani berkolaborasi, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Bidan bukan hanya pelayan kesehatan, tetapi juga pemimpin perubahan," ujarnya.

Ia menegaskan, tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak masih cukup besar. Target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk menurunkan AKI menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup, menekan AKB, serta mengurangi angka stunting membutuhkan kerja sama semua pihak.

Anita mengatakan, selama 75 tahun IBI telah menjadi rumah besar bagi profesi bidan yang terus memperjuangkan profesionalisme, perlindungan, dan peningkatan mutu pelayanan kebidanan. Sejak Maret 2026, berbagai kegiatan seperti bakti sosial, seminar ilmiah, pelayanan kesehatan masyarakat, hingga kampanye edukasi telah dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT IBI.

Saat ini, IBI memiliki 38 pengurus daerah, 514 pengurus cabang, dan 4.984 pengurus ranting di seluruh Indonesia. Sementara di Papua Barat Daya, IBI memiliki 1.689 anggota yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota, mulai dari puskesmas, pustu, polindes, rumah sakit pemerintah, klinik, hingga praktik mandiri bidan.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah, dinas kesehatan, BKKBN, organisasi profesi, serta berbagai mitra yang selama ini bersinergi dengan IBI dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....