Mahasiswa UNHAS Gelar Program Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Takalar
- 18 Jul 2026 18:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Tim Mahasiswa Unhas Berkarya (Mahakarya) Hertecta LETS Institute Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin melaksanakan puncak program pengabdian masyarakat bertajuk "Panrannuang Action: Improving Mindset sebagai Strategi Menekan Angka Pernikahan Dini serta Pemberdayaan Perempuan melalui Women Entrepreneurship" di Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takala pada hari Rabu, 15 Juli 2026.
Program tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilatarbelakangi tingginya angka pernikahan dini di wilayah pesisir yang dipengaruhi faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan minimnya pemahaman hukum.
Kegiatan didampingi Dosen Pembimbing, Rastiawaty, S.H., M.H., serta dihadiri Ketua Tim PKK Desa Bontokanang, Eka Hasrianti, yang mewakili Kepala Desa Muhammad Setiawan, S.IP. Hadir pula dua narasumber, yakni Dr. Andi Syahwiah A. Sapiddin, S.H., M.H., dan Tenriwali Ridha Rahmah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, bersama masyarakat Desa Bontokanang.
Program Panrannuang Action terdiri atas tiga rangkaian kegiatan, yaitu Sipakainge' Class, Sipakatau' Class, dan Sipakalebbi' Lab. Ketiga program tersebut berfokus pada edukasi hukum mengenai pernikahan dini, penguatan pola pikir perempuan melalui pendekatan psikologis, serta pelatihan kewirausahaan berbasis potensi hasil laut.
Pada pelatihan kewirausahaan, peserta dibekali keterampilan mengolah cumi-cumi menjadi produk olahan bernilai tambah yang diberi nama "Cumiko'". Selain proses produksi, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai pengemasan produk hingga strategi pemasaran.
Ketua Tim Mahakarya Hertecta, Nayla Salsabila Rismu, berharap program tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. "Kami berharap ilmu, keterampilan, dan motivasi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi perempuan pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan pernikahan dini," ujarnya.
Melalui program ini, Tim Mahakarya Hertecta berharap terjalin perubahan pola pikir masyarakat, peningkatan kapasitas perempuan, serta tumbuhnya kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Program tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan inovasi pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....