Komisi B DPRD Dorong Pemkot Palu Inventarisasi Lahan Tidur

  • 18 Jul 2026 16:30 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Komisi B Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu mendorong Pemerintah Kota Palu segera melakukan inventarisasi lahan kosong maupun lahan berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) yang belum dimanfaatkan. Langkah tersebut dinilai penting agar lahan tidur tersebut dapat dialihkan menjadi lahan pertanian produktif guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, mengatakan masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah strategis dengan mendata seluruh lahan kosong yang berpotensi dikembangkan untuk sektor pertanian.

"Yang kami dorong adalah Pemerintah Kota Palu segera menginventarisasi lahan-lahan kosong maupun lahan berstatus HGB yang terlantar agar dapat dialihfungsikan menjadi lahan pertanian produktif dan dikelola bersama masyarakat," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu, 18 Juli 2026.

Rusman menilai pemanfaatan lahan tidur sejalan dengan Program Palu Mapan yang digagas Pemerintah Kota Palu dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Menurutnya, program tersebut akan lebih optimal apabila diarahkan pada pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif.

Ia menjelaskan, pengembangan pertanian perkotaan dapat difokuskan pada komoditas yang sesuai dengan karakteristik lahan di Kota Palu. Salah satunya adalah tanaman mangga yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

"Kalau dikelola dengan baik bersama masyarakat, lahan kosong dapat menjadi kawasan produktif. Selain memperkuat ketahanan pangan, hasilnya juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," katanya.

Rusman menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah yang diikuti penyediaan anggaran, pembangunan infrastruktur pendukung, serta keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan. Menurutnya, pemerintah juga perlu menyiapkan berbagai program pendukung seperti penyediaan bibit, pendampingan penyuluh pertanian, hingga pengawasan terhadap pelaksanaan program agar hasilnya berkelanjutan.

"Kami ingin pemanfaatan lahan tidur tidak hanya berhenti pada kebijakan, tetapi diikuti pendampingan, penyediaan bibit, penyuluhan, dan pengawasan sehingga benar-benar menjadi lahan pertanian yang produktif," ujarnya.

Rusman optimistis upaya tersebut dapat direalisasikan mengingat Kota Palu telah memiliki regulasi pendukung dan lahan yang berpotensi dikembangkan. Ia berharap pemerintah dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan agar lahan-lahan kosong tidak dibiarkan beralih fungsi menjadi lokasi tambang ilegal maupun tempat pembuangan sampah liar. Hal itu ditegaskan karena dapat merusak lingkungan dan mengurangi potensi pemanfaatannya sebagai kawasan pertanian produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....