Petani Purworejo Diajak Terapkan Pertanian Modern PM-AAS
- 18 Jul 2026 13:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Petani di Kabupaten Purworejo mulai diajak untuk menerapkan sistem pertanian modern guna mengoptimalkan hasil panen. Sistem Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) ini mewajibkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada setiap fase budidaya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo, Bagas Adi Karyanto, menjelaskan, PM-AAS merupakan sistem budidaya padi terpadu yang mengadopsi teknologi pertanian presisi dari Delta Arkansas. Sistem ini mengandalkan mekanisasi penuh.
"Mulai dari land leveler atau perata tanah, drum seeder sebagai alat tanam hingga combine harvester untuk pemanenan. PM-AAS ini program terbaru untuk meningkatkan hasil pertanian model tabela atau tanam benih langsung," ucap Bagas saat dikonfirmasi pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Sistem ini digadang-gadang dapat mempersingkat proses penanaman padi karena petani tidak perlu menyemai benih padi untuk ditanam terlebih dahulu. Mengawali program tersebut di Purworejo, pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian tengah menerapkan program demplot dengan menargetkan 12 hektar sawah sebagai lokasi penanaman.
"Hari ini sudah dimulai untuk lahan setengah hektar di Desa Keponggok, Kecamatan Purwodadi," kata Bagas. Penyuluh Pertanian Lapangan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI wilayah Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Desty Lina Erfawati menjelaskan PM-AAS adalah sistem budidaya padi modern.
Sistem ini memanfaatkan teknologi, data, mekanisasi dan pengelolaan presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi serta keberlanjutan usaha. PM-AAS menggabungkan enam aspek utama yakni populasi tinggi, tabela, mekanisasi lengkap, pengelolaan air cerdas, pemupukan spesifik lokasi, pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) terpadu.
"Sistem ini memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan sistem semai yang selama ini diterapkan petani," katanya. Desty merinci enam prinsip dalam sistem ini, salah satunya tanam rapat dalam baris yang memungkinkan efisiensi lahan dan hasil maksimal.
"Metode PM-AAS dilaksanakan spesifik lokasi, artinya dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan atau agroekosistem seperti lahan harus datar, rata, dan dapat diatur airnya. Sistem ini tidak disarankan dilaksanakan di sawah saat musim penghujan," ujarnya.
Adapun kelebihan penerapan sistem budidaya modern ini meliputi, jumlah rumpun lebih banyak sehingga produktivitas lebih tinggi, tanaman tidak stres karena tidak melalui proses pindah tanah dan hemat waktu dan tenaga karena tidak perlu menyiapkan persemaian, cabut bibit atau ndaut, serta tidak ada proses pindah tanam atau transplanting
DKPP Purworejo berharap melalui penerapan PM-AAS, petani dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendongkrak produktivitas padi di wilayah Purworejo. "Keberhasilan demplot 12 hektar ini akan menjadi acuan untuk perluasan penerapan sistem pertanian modern di kecamatan lain," pungkasnya.(Ags)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....