BPBD Kalbar Minta Verifikasi Lahan Diduga Karhutla di Area Perkebunan
- 17 Jul 2026 23:15 WIB
- Pontianak
RRI. CO. ID, Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat meminta keterlibatan instansi terkait untuk memverifikasi lahan yang diduga menjadi lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah hasil patroli udara menemukan kepulan asap di kawasan yang diduga merupakan areal perkebunan.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan hingga saat ini patroli darat dan udara bersama TNI, Polri, serta instansi terkait terus dilakukan di sejumlah wilayah rawan karhutla, terutama di Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, dan Mempawah. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut atas prakiraan BMKG yang menyebutkan potensi hujan di sebagian besar wilayah Kalbar masih sangat minim.
"Hasil patroli udara menunjukkan masih terdapat titik-titik berasap yang diduga berada di lahan perkebunan. Karena itu kami meminta dinas terkait segera melakukan verifikasi status lahannya dan menyampaikan hasilnya kepada BPBD Kalbar agar penanganan dapat dilakukan secara tepat," kata Daniel, Jumat 17 Juli 2026.
BPBD Kalbar sebelumnya mengerahkan lima tim untuk melakukan pemadaman karhutla di kawasan SMAN 4 Kabupaten Kubu Raya bersama personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD Kubu Raya, relawan, dan unsur terkait lainnya. Meski pembasahan lahan telah dilakukan, hasil patroli udara masih menemukan kepulan asap di wilayah Desa Punggur Kecil dan Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Selain mengandalkan upaya pemerintah, Daniel juga mengharapkan peran aktif perusahaan perkebunan dalam menyiapkan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di area operasional masing-masing sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi karhutla.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Penetapan tersebut dilakukan setelah sedikitnya tiga kabupaten menetapkan status serupa, dan saat ini jumlah daerah berstatus siaga darurat di Kalbar telah bertambah menjadi delapan kabupaten.
Berdasarkan hasil briefing BPBD bersama instansi terkait per 17 Juli 2026, tercatat terdapat 198 titik panas di Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut, dua titik berkategori tingkat kepercayaan rendah, 195 titik berkategori sedang, dan satu titik berkategori tinggi. Sementara luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Juni 2026 mencapai 28.680,47 Ha yang tersebar di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....