Anak dan Lansia Rentan Kehilangan Kebahagiaan
- 18 Jul 2026 08:04 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan mengalami hambatan kebahagiaan
- Rasa tidak bahagia pada anak dapat berdampak hingga dewasa
- Lansia membutuhkan perhatian sosial agar tetap produktif dan bermartabat
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Anak dan lansia menjadi kelompok usia yang paling membutuhkan perhatian dalam menjaga kebahagiaan dan kesehatan mental. Hal ini berdasarkan data dari Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang dikeluarkan Kementerian Sosial tahun 2025.
Menurut Helma Nuraini, M.Pd Akademisi UIN Antasari, hambatan terhadap penerimaan diri, kasih sayang, dan pencapaian dapat memberikan dampak berbeda pada setiap kelompok usia. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.
| Baca juga: Rahasia Bahagia Berawal dari Tiga Hal |
"Pada anak, rasa tidak bahagia bukan sekadar emosi sesaat. Pengalaman tersebut dapat meninggalkan jejak terhadap pembentukan kepribadian, hubungan sosial, hingga kesehatan ketika mereka tumbuh dewasa. Karena itu, keluarga menjadi lingkungan pertama yang harus menghadirkan rasa aman dan kasih sayang," ujarnya.
Sementara itu, Helma Nuraini juga berpendapat bahwa lansia menghadapi tantangan yang berbeda. Perasaan kesepian, berkurangnya aktivitas, dan merasa tidak lagi dibutuhkan sering kali menjadi penyebab menurunnya kesejahteraan psikologis pada usia lanjut.
"Lansia tetap membutuhkan ruang untuk berkarya dan berinteraksi. Mereka ingin dihargai, didengar, dan merasa masih memiliki peran dalam keluarga maupun masyarakat. Semakin kuat hubungan sosial yang dimiliki, semakin besar peluang lansia menjalani masa tua yang lebih bahagia," ucap Helma Nuraini.
Helma menambahkan bahwa kebahagiaan tidak dapat dibangun oleh individu semata. Kolaborasi keluarga, masyarakat, serta pemerintah melalui layanan sosial dan kesehatan diperlukan agar setiap kelompok usia memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya.
"Pemerintah memiliki peran penting menghadirkan program yang mendorong lansia tetap aktif, sehat secara mental, dan produktif. Ketika semua pihak bekerja bersama, kualitas hidup masyarakat akan meningkat dan kebahagiaan menjadi lebih mudah diwujudkan," ujar Helma.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....