Rahasia Bahagia Berawal dari Tiga Hal

  • 18 Jul 2026 08:04 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kebahagiaan dibangun melalui konsep 3A: acceptance, affection, dan achievement
  • Lingkungan, keluarga, serta pekerjaan memengaruhi tingkat kebahagiaan seseorang
  • Anak dan lansia memerlukan perhatian khusus agar tetap sehat secara mental

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebahagiaan tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari penerimaan diri, kasih sayang, dan pencapaian yang dirasakan setiap individu. Hal ini disampaikan Akademisi FTK UIN Antasari, Helma Nuraini, M.Pd saat dialog Lentera Kehidupan RRI PRO1 Banjarmasin, Jumat 17 Juli 2026.

Helma menjelaskan bahwa setiap orang memiliki ukuran kebahagiaan yang berbeda karena sifatnya sangat subjektif. Meski demikian, terdapat pola yang sama yang menjadi fondasi kebahagiaan dalam kehidupan manusia.

"Kebahagiaan dapat dipahami melalui konsep 3A, yaitu acceptance, affection, dan achievement. Ketiganya saling berkaitan dan bermuara pada hadirnya cinta dalam kehidupan seseorang," ujar Helma. "Saat seseorang mampu menerima diri, merasakan kasih sayang, dan memiliki pencapaian yang bermakna, peluang untuk hidup lebih bahagia akan semakin besar."

Selain faktor pribadi, menurutnya kebahagiaan juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Kesempatan bekerja, kemandirian, hubungan sosial, kondisi ekonomi, harapan hidup, hingga kemampuan mengelola emosi menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis.

"Lingkungan yang sehat akan membantu seseorang bertumbuh lebih positif. Dukungan keluarga, teman, dan masyarakat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kebahagiaan bukan sesuatu yang muncul begitu saja, tetapi dibangun melalui hubungan yang saling mendukung," kata Helma Nuraini.

Menurut Helma, tantangan meraih kebahagiaan juga berbeda pada setiap tahap kehidupan. Anak membutuhkan dukungan keluarga, lingkungan pertemanan, dan ruang untuk berprestasi, sedangkan lansia memerlukan aktivitas, rasa dibutuhkan, dan hubungan sosial yang tetap terjaga agar tetap produktif serta bermartabat.

"Peran pemerintah melalui layanan sosial dan kesehatan sangat penting untuk menjaga kesejahteraan mental masyarakat, terutama kelompok lansia. Dengan dukungan yang tepat, mereka tetap dapat hidup produktif, memiliki hubungan sosial yang baik, serta merasakan hidup yang bermakna," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....