Warga Pulau Kelapa Belajar Bisnis Kuliner lewat Pelatihan Gratis
- 17 Jul 2026 21:29 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 21 warga Kelurahan Pulau Kelapa mengikuti Pelatihan Hard Skill Kewirausahaan Terpadu yang diselenggarakan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Kepulauan Seribu di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Nyiur Melambai, Kelurahan Pulau Kelapa, Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan memasak sekaligus membekali peserta dengan pengetahuan kewirausahaan agar mampu membangun usaha rumahan yang berkelanjutan.
Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Kepulauan Seribu, Simon Baginda Pardomuan, mengatakan pelatihan menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan yang dapat diterapkan menjadi usaha produktif. Menurutnya, program tersebut juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperluas peluang ekonomi masyarakat kepulauan.
"Melalui pelatihan kewirausahaan ini, peserta tidak hanya memperoleh kemampuan memasak, tetapi juga pengetahuan untuk mengembangkan usaha yang mampu menopang perekonomian keluarga," ujar Simon. Ia menambahkan pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal menjadi strategi untuk memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya perempuan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Kepulauan Seribu, Rachmawati, mengatakan pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kelurahan Pulau Untung Jawa. Program itu dirancang agar semakin banyak warga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Pada sesi praktik, peserta memperoleh pendampingan langsung dari instruktur Olivia Baking Course. Mereka mempelajari teknik membuat Ayam Bumbu Woku dan Wonton Chili Oil yang dinilai memiliki potensi sebagai produk usaha kuliner.
Selain praktik memasak, peserta juga menerima materi mengenai penyajian produk, teknik pengemasan, serta perhitungan sederhana harga jual. Materi tersebut diberikan agar peserta mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan memiliki daya saing di pasar.
Salah seorang peserta, Nana (47), mengaku mendapatkan manfaat dari pelatihan tersebut karena materi yang diberikan sesuai dengan perkembangan usaha kuliner saat ini. "Saya sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Menu yang diajarkan menarik dan berpotensi dijadikan usaha kecil-kecilan di rumah. Semoga ilmu ini bisa menambah penghasilan keluarga," ucap Nana.
Ia berharap pelatihan kewirausahaan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak warga Pulau Kelapa memiliki keterampilan, keberanian memulai usaha, dan kesempatan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang memanfaatkan potensi kuliner lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....