Haru Warnai Penutupan MPLS SMPN 4 Kedungbanteng, Siswa Basuh Kaki Orang Tua
- 17 Jul 2026 20:08 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – SMP Negeri 4 Kedungbanteng menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan prosesi sungkeman dan membasuh kaki orang tua. Kegiatan yang digelar di halaman sekolah, Jumat (17/7/2026), itu menjadi bagian dari penanaman karakter sekaligus penghormatan kepada orang tua.
Selain sungkeman dan membasuh kaki orang tua menggunakan air bunga, peserta didik baru juga mengikuti pelepasan balon berisi cita-cita dan harapan sebagai simbol semangat meraih masa depan.
Kepala SMP Negeri 4 Kedungbanteng, Durotun Nasikhin, S.Ag., M.Pd., mengatakan MPLS bertujuan membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sebelum mengikuti proses pembelajaran.
Selama kegiatan, siswa diperkenalkan dengan fasilitas sekolah, tata tertib, budaya sekolah, serta warga sekolah. Menurutnya, MPLS juga menjadi sarana menumbuhkan motivasi belajar sekaligus membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
"Hal ini untuk menumbuhkan motivasi, semangat belajar, serta karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama, serta membangun hubungan yang baik antara siswa baru dengan guru, tenaga kependidikan, dan teman sekelas," ujarnya.
Ia menjelaskan, prosesi penutupan sengaja dirancang berbeda dengan menghadirkan sungkeman sebagai kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan rasa terima kasih dan memohon doa restu kepada orang tua atas perjuangan serta pengorbanan mereka.
Selain itu, peserta didik juga membasuh kaki orang tua menggunakan air yang diberi taburan bunga sebagai simbol penghormatan, bakti, dan rasa syukur kepada orang tua.

Salah seorang panitia, Ailys Fauziah, S.Pd.Gr., mengatakan kegiatan ditutup dengan pelepasan balon yang telah ditulisi cita-cita masing-masing siswa.
"Balon warna-warni yang terbang tinggi menjadi lambang semangat untuk belajar, berprestasi, dan menggapai cita-cita para siswa menyongsong masa depan yang gemilang," katanya.
Menurut Ailys, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai hormat kepada orang tua, rasa syukur, disiplin, serta semangat meraih cita-cita.
Salah seorang orang tua siswa, Lida, mengaku terharu mengikuti prosesi tersebut. Ia menilai sungkeman menjadi pengalaman berharga yang akan selalu dikenang oleh dirinya maupun sang anak.
"Ini akan menjadi pengalaman berharga bagi saya selaku orang tua dan anak saya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....