Pasca Kebakaran, Kemdikdasmen Kucurkan Rp2 Miliar Rehab SMPN 2 Karangpandan

  • 18 Jul 2026 03:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) RI mengalokasikan anggaran sebesar 2 miliar 31 juta rupiah untuk melakukan revitalisasi di SMP Negeri 2 Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Langkah cepat ini diambil sebagai tindak lanjut atas musibah kebakaran yang sempat menghanguskan sejumlah ruangan di sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengonfirmasi bahwa alokasi dana bantuan pusat tersebut telah disepakati menyusul rampungnya kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti langsung oleh kepala SMPN 2 Karangpandan di Jakarta. Saat ini, pihak sekolah dan dinas tengah menunggu proses transfer dana masuk ke rekening lembaga.

"Terkait dengan SMP 2 Karangpandan, nggih, yang kemarin sempat apa itu terjadi bencana kebakaran itu, kemarin kami tindak lanjutnya bersama dengan Pak Bupati, itu langsung kita usulkan ke Kementerian Dikdasmen. Nah, kemarin Bu kepala sekolahnya itu sudah melaksanakan bimtek di Jakarta. Informasi tadi itu nanti rencananya mendapatkan bantuan 2 miliar, 31 juta,” ujar Hendro saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 17 Juli 2026.

Kadisdikbud menyebut pemanfaatan anggaran miliaran rupiah tersebut dipastikan tidak hanya menyasar pada perbaikan ruang tata usaha (TU), ruang kepala sekolah, dan ruang arsip yang hangus terbakar. Sesuai dengan instruksi Bupati Karanganyar, cakupan proyek fisik akan diperluas ke sistem rehab menyeluruh untuk membenahi beberapa bangunan kelas lama yang kondisinya sudah rapuh dan mengkhawatirkan.

“Nanti bukan untuk membangun itu saja, tapi kemarin dari tim dari Kemdikdasmen itu mau merehab beberapa bangunan yang mengkhawatirkan, potensi ambruk. Jadi kan kemarin ada 3 ruang, itu ruang TU, kemudian ruang kepala sekolah dan ruang arsip. Nah, kemarin sekalian Bu kepala sekolahnya ini kan menyampaikan kepada tim. Itu juga sesuai dengan dawuh Pak Bupati, kita usulkan,” ucapnya.

Selain penanganan infrastruktur fisik bangunan dari dana kementerian, lanjut Hendro, Disdikbud Karanganyar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga bergerak cepat untuk memulihkan fasilitas operasional sekolah. Pengelola sedang memproses pengajuan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kemudian dari BPBD ini kan kami masih proses mengajukan dana BTT. Untuk mendukung alat-alat yang terbakar seperti komputer, kemudian PC, kemudian printer. Nah, ini baru proses. Sampai hari ini ini masih menunggu dana masuk ke rekening sekolahan,” katanya.

Hendro mengatakan, suntikan dana darurat daerah tersebut diproyeksikan khusus untuk pengadaan kembali seluruh peralatan digital serta perangkat administrasi yang hangus dilalap api. Beberapa fasilitas vital yang menjadi target prioritas pengadaan di antaranya meliputi komputer PC, laptop kerja, mesin pemindai (scanner), hingga mesin pencetak (printer).

“Iya, mendukung untuk membantu terkait dengan alat-alat yang terbakar. Kami pastikan tahun ini,” ujarnya.

Adapun, Disdikbud berharap transisi pemulihan sarana dan prasarana di SMPN 2 Karangpandan dapat berjalan simultan sepanjang tahun anggaran 2026 ini. Revitalisasi total ini ditargetkan mampu mengembalikan kelayakan iklim belajar mengajar yang aman serta memulihkan fungsi pelayanan administrasi sekolah secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....