Terapkan Sekolah Ramah Anak, MPLS SMPN 2 Kebakkramat Gandeng BPBD hingga Polsek

  • 13 Jul 2026 19:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - SMP Negeri 2 Kebakkramat secara resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 dengan konsep yang humanis dan edukatif. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar ini berkomitmen penuh menerapkan gerakan sekolah ramah anak yang bebas dari unsur kekerasan fisik maupun psikologis.

Langkah konkret yang diambil pihak manajemen sekolah adalah dengan mengubah pola orientasi konvensional menjadi ajang pembekalan materi yang relevan bagi masa depan siswa. Pihak sekolah tidak hanya mengandalkan materi internal, melainkan berkolaborasi aktif dengan berbagai instansi lintas sektor.

"Alhamdulillah kami tadi sudah membuka kegiatan MPLS bagi calon murid baru tahun 2026-2027. Intinya kami bertemakan sekolah ramah. Jadi sekolah ramah, sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, menggembirakan bagi peserta didik," ujar Kepala SMP Negeri 2 Kebakkramat, Supardi saat dikonfirmasi RRI, Senin 13 Juli 2026.

Supardi menjelaskan kerja sama dengan pihak luar ini sengaja dihadirkan untuk memberikan wawasan penting yang tidak didapatkan di kelas reguler. Instansi yang dilibatkan mulai dari sektor penanggulangan bencana, penegak hukum, hingga fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kami juga mengundang dari luar, contohnya dari BPBD karena kami juga akan memberikan materi tentang tanggap darurat bencana. Kemudian dari polsek itu tentang narkoba, tentang penanggulangan narkoba. Kemudian dari puskesmas itu sekaligus tentang kesehatan mental bagi anak-anak," ucapnya.

Selain instansi tersebut, pihak kecamatan turut dilibatkan untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja yang terintegrasi dengan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Seluruh materi luar kelas ini dipadukan secara proporsional dengan materi pengenalan budaya serta tata tertib internal sekolah oleh para guru.

Guna menjaga kebugaran fisik dan kondisi psikologis para siswa baru, lanjut Kepala Sekolah, panitia membatasi jam operasional kegiatan harian selama masa orientasi. Seluruh rangkaian materi dijadwalkan rampung sebelum siang hari agar para siswa memiliki waktu istirahat yang cukup di rumah masing-masing.

"Jadi nanti kami dijadwalkan untuk MPLS ini nanti sampai ibadah salat zuhur. Karena untuk menyesuaikan anak-anak. Sampai salat zuhur anak-anak pulang. Mulai belajar efektifnya nanti di minggu kedua," ujar Supardi.

Rangkaian kegiatan kreatif ini diharapkan dapat menghapus kesan senioritas yang menakutkan, sekaligus menjadi proyek percontohan pelaksanaan orientasi siswa yang sehat, aman, dan berwawasan luas di wilayah Karanganyar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....