MPLS Surabaya Dinilai Humanis, Pegiat Pendidikan Ramah Anak Beri Apresiasi
- 17 Jul 2026 16:28 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Koalisi Pegiat Pendidikan Ramah Anak (KPPRA) Indonesia mengapresiasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di Kota Surabaya. KPPRA menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mengedepankan pendekatan humanis dan ramah anak.
Koordinator Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KPPRA Indonesia, Isa Ansori mengatakan, MPLS di Surabaya tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Menurutnya, MPLS juga menjadi momentum membangun hubungan emosional, kolaborasi, dan kepercayaan antara sekolah, orang tua, serta peserta didik sebagai fondasi pendidikan karakter.
"Saya memberikan apresiasi kepada Dispendik Kota Surabaya yang telah mendorong pelaksanaan MPLS yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, kebersamaan, dan pendidikan karakter sejak hari pertama anak memasuki sekolah," kata Isa, Jumat, 17 Juli 2026.
Isa sebelumnya menghadiri penutupan MPLS di SD Negeri Tanah Kali Kedinding V Surabaya. Dalam kegiatan itu, kepala sekolah bersama guru dan tenaga kependidikan memandu prosesi penyerahan simbolis peserta didik dari orang tua kepada sekolah.
Prosesi tersebut diwarnai penyambutan hangat melalui pelukan kepada peserta didik dan pemasangan topi atribut sekolah sebagai simbol bahwa setiap anak telah menjadi bagian dari keluarga besar sekolah.
Selain itu, para siswa diajak membawa burung untuk dilepas bersama sebagai simbol kemerdekaan dalam belajar, kecintaan terhadap lingkungan hidup, serta pendidikan kasih sayang terhadap seluruh makhluk ciptaan Tuhan.
Menurut Isa, rangkaian kegiatan tersebut merupakan praktik baik yang layak dikembangkan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Ia menilai sekolah harus menjadi tempat yang aman, menyenangkan, dan penuh kasih sayang bagi setiap anak.
"Pelukan guru, kepercayaan orang tua kepada sekolah, dan simbol pelepasan burung mengandung pesan yang sangat kuat. Anak-anak perlu merasakan bahwa sekolah adalah tempat yang aman, menyenangkan, dan penuh kasih sayang. Dari sanalah karakter positif akan tumbuh,” ujarnya.
Isa menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kemampuan sekolah membangun ekosistem yang membahagiakan peserta didik. Karena itu, kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua menjadi kunci membentuk generasi berkarakter.
"Kami berharap praktik-praktik baik seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sekolah di Kota Surabaya. Pendidikan karakter akan tumbuh apabila seluruh pihak hadir bersama, memberikan teladan, kasih sayang, dan ruang bagi anak untuk berkembang secara utuh,” sebutnya.
Ia berharap semangat MPLS humanis yang diinisiasi Dispendik Surabaya terus menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan sekolah yang aman, ramah, inklusif, dan membahagiakan.
“Semoga dari sekolah-sekolah di Surabaya lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang baik, budi pekerti yang luhur, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan terhadap lingkungan. Inilah fondasi menuju Surabaya sebagai Kota Pendidikan yang benar-benar memanusiakan manusia,” kata Isa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....