Hari Terakhir MPLS, SMKN 1 Surabaya Menampilkan Siswa Penari Inklusi

  • 17 Jul 2026 16:03 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Memasuki hari terakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026, SMK Negeri 1 Surabaya menghadirkan penampilan Tari Pecut Samandiman yang berasal dari Kediri. Hal yang menarik yaitu pihak sekolah menampilkan salah satu siswa inklusi bernama Gilang Nugraha.

Gilang merupakan siswa jurusan Desain Komunikasi Visual kelas 11 di SMKN 1 Surabaya yang mengidap jenis inklusi Slow Learner, dan sudah menggeluti dunia tari mulai tahun 2021. Dirinya tampil untuk menghibur adik kelasnya yang baru saja bergabung di kelas 10 pada tahun ajaran 2026/2027 kali ini.

Saat ditanya oleh tim RRI, dirinya mengaku persiapan yang dilakukan untuk penampilannya kali ini dilakukan sudah cukup lama. Selain itu, properti pentas seperti pecut yang ia kenakan juga hasil dari rajutannya sendiri sehingga penampilan kali ini terasa spesial menurutnya.

“Aku mempersiapkan penampilan kali ini sudah cukup lama, pakaian yang aku pakai ini juga buat sendiri. Dan pecut yang aku gunakan untuk tampil kali ini juga aku buat secara mandiri, kalau untuk tari nya aku belajar otodidak karena memang suka dari kecil,” ujarnya.

Dirinya juga menceritakan bahwa kemampuan lain selain menari yakni melukis dan tergabung dalam organisasi Rumah Anak Prestasi Surabaya. Dari hasil lukisannya, dirinya juga telah menorehkan beberap karya dan bahkan telah dikomersialisasikan melalui medium kaos sablon.

“Selain penari aku juga seorang pelukis, dan aku juga aktif di Rumah Anak Prestasi Surabaya. Disitu aku sudah melukis banyak gambar dan dari lukisanku itu juga ada yang aku pakai di sablon. Beberapa sudah ada yang terjual,” ungkapnya.

Sementara Ketua MPLS SMKN 1 Surabaya Muallief Wardhana menyebut penampilan siswa inklusi pada pelaksanaan MPLS tahun ini bertujuan untuk mengajarkan siswa untuk bertoleransi serta mewujudkan MPLS Ramah bagi antar siswa.

“Harapannya agar seluruh anak memahami perbedaan, bahwa dibalik perbedaan yang ada ini pasti ada hal positif yang bisa kita dapat. Terlebih memang kami pihak sekolah ingin menampilkan suatu hal yang inspiratif dari penampilan Gilang kali ini,” ucap Muallief.

Selain penampilan Tari Pecut, MPLS hari terakhir di SMKN 1 Surabaya juga menghadirkan pihak BNN Provinsi Jawa Timur dan Babinsa Koramil wilayah Wonokromo untuk memaparkan materi serta deklarasi bahaya narkoba dan anti bullying.

Pihak sekolah juga menanamkan aspek ketahanan pangan pada materi MPLS kali ini, ditandai dengan kegiatan menanam berbagai komoditas buah dan sayuran serta melakukan pembibitan ikan seperti ikan gurami dan nila yang di pandu langsung oleh OSIS dan guru pembimbing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....