Pemkab Maros Bantu Korban Kebakaran, Rumah Imam Masjid Rukujarung
- 17 Jul 2026 18:32 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Duka yang masih menyelimuti keluarga almarhum Daeng Sakka kembali bertambah. Belum lama setelah kepergian sosok yang dikenal sebagai Imam Masjid Rukujarung itu, rumah yang menjadi tempat tinggal keluarganya di Dusun Balangkasa, Kampung Rukujarung, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, hangus dilalap api.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, Pemerintah Kabupaten Maros bersama Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada keluarga korban, Jumat, 17 Juli 2026.
Bantuan diserahkan langsung oleh Camat Maros Baru, Rudi, S.IP., M.M., didampingi Plt. Kepala Desa Majannang, Takbir, Kepala Bidang Jaminan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Maros, Ali Rusdi, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kampung Siaga Bencana (KSB) Maros Baru, serta Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan diterima oleh Basri, putra almarhum Daeng Sakka, yang kini harus menghadapi cobaan berat setelah rumah keluarga beserta seluruh isinya musnah akibat kebakaran.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Kamis 16 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 WITA. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kobaran api melahap seluruh bangunan rumah beserta harta benda milik keluarga sehingga menyebabkan kerugian material yang cukup besar.
Camat Maros Baru, Rudi, mengatakan kehadiran pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. "Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak menghadapi cobaan ini sendirian, karena negara harus hadir di saat warganya membutuhkan," ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Jaminan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Maros, Ali Rusdi, menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, Tagana, Kampung Siaga Bencana, dan Pendamping PKH menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan warga yang membutuhkan bantuan.
Penyaluran bantuan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan relawan di tengah keluarga korban menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama dalam membantu masyarakat bangkit dari musibah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....