Tiga Amalan yang Paling Utama dalam Kehidupan
- 17 Jul 2026 16:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR — Masjid Al Muawanah RRI Makassar menggelar ibadah salat Jumat pada 17 Juli 2026 dengan khidmat. Pelaksanaan khutbah Jumat tersebut disiarkan secara langsung melalui stasiun radio RRI Pro 1 di frekuensi FM 94,4 MHz dan Pro 4 di FM 92,5 MHz, sehingga pesan kebaikan dari mimbar dapat dijangkau oleh masyarakat luas di Kota Makassar dan sekitarnya.
Bertindak selaku khatib pada kesempatan tersebut adalah Ust. Dr. H. Muhammad Irham, M.Th.I. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema penting mengenai "Tiga Amalan yang Paling Utama." Topik ini mengupas esensi amalan harian yang sering kali dianggap sederhana, namun memiliki bobot pahala yang luar biasa di sisi Allah SWT.

Ust. Dr. H. Muhammad Irham menjelaskan bahwa tiga amalan utama ini menopang ibadah-ibadah wajib (ibadah mahdhah) seperti salat lima waktu, puasa, dan zakat. Beliau mengingatkan jamaah agar tidak memandang remeh amalan tersebut hanya karena sering mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari.
Amalan utama pertama yang dipaparkan oleh khatib adalah memperbanyak istighfar kepada Allah SWT dalam waktu 1x24 jam. Khatib mengingatkan bahwa seluruh manusia tidak luput dari dosa, dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah mereka yang mau bertobat dan memohon ampunan.
Dalam penjelasannya, Ust. Dr. H. Muhammad Irham meluruskan pandangan keliru di masyarakat yang menganggap istighfar atau tobat cukup dilakukan sekali seumur hidup. Merujuk pada hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW yang sudah dijamin surga saja beristighfar minimal 70 hingga 100 kali dalam sehari semalam.
"Intinya adalah bagaikan mandi, jamaah. Sekali, dua kali, tiga kali, bahkan dalam sehari kita mandi karena selalu kotor. Begitu juga kalau lapar kita makan, haus kita minum. Maka tubuh rohani kita ini, yang selalu memang berbuat maksiat, harus selalu juga diisi dengan meminta ampunan di sisi Allah SWT." ujar Ust. Dr. H. Muhammad Irham dalam khutbahnya.
Amalan kedua yang ditekankan adalah memperbanyak zikir untuk mengagungkan dan memuliakan Allah SWT. Khatib memaparkan perbedaan kualitas keimanan seseorang berdasarkan intensitas zikirnya: orang kafir sama sekali tidak berzikir, orang munafik hanya berzikir sedikit, sedangkan orang beriman (amanu) dicirikan dengan zikir yang banyak (zikron katsiro). Beliau menambahkan bahwa esensi dari ibadah salat dari awal hingga akhir, termasuk sebelum dan sesudahnya, adalah zikir.
Khatib menganalogikan batin manusia layaknya fisik yang membutuhkan latihan konisten agar tetap kuat dan sehat. "Sama halnya ketika seseorang ingin bugar, apakah cuma push-up, sit-up, atau jogging cuma satu detik dua detik? Tidak, tetapi dia lakukan berkali-kali. Semakin banyak berarti namanya olahraga, raganya sehat. Nah, ini adalah olah batin. Salah satu alat terbaik olah batin adalah zikir mengingat Allah SWT." tegasnya.
Amalan ketiga atau yang terakhir adalah memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai penutup khutbah, Ust. Dr. H. Muhammad Irham menyimpulkan bahwa kombinasi istighfar, zikir, dan salawat adalah modal utama untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat (fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah). Ketiga amalan ini saling melengkapi, di mana istighfar berfungsi untuk membersihkan diri manusia, zikir untuk mengagungkan Allah SWT, dan salawat ditujukan sebagai penghormatan kepada Baginda Rasulullah SAW demi mendapatkan syafaatnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....