Tips Menjaga Iman di tengah Tantangan Ekonomi yang Sulit
- 10 Jul 2026 12:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Di tengah tantangan ekonomi yang kian terasa, mulai dari sulitnya lapangan pekerjaan hingga kenaikan harga kebutuhan pokok, umat Islam diingatkan untuk tetap teguh menjaga keimanan. Kondisi sulit bukanlah hal baru, karena para sahabat di masa Nabi Muhammad SAW pun pernah menghadapi lonjakan harga serupa di Kota Madinah.
Khatib Muh. Ilham Ar Rahawy dalam khutbah Jumat Pro 1 RRI Makassar, menekankan bahwa di saat situasi ekonomi menekan, seorang Muslim wajib kembali kepada ajaran agamanya. Keyakinan bahwa Allah SWT adalah Al-Raziq (Maha Pemberi Rezeki) dan Al-Musa'ir (Yang Menetapkan Harga) harus menjadi landasan utama bagi setiap hamba.
“Sesungguhnya seorang hamba tidak akan meninggal sampai seluruh rezeki yang ditakdirkan padanya itu telah terpenuhi di kehidupan dunia ini. Oleh karena itu, bertakwalah kalian kepada Allah SWT dan perindahlah cara kalian mencari rezeki itu,” jelas Ilham, Jumat, 10 Juli 2026.
Ilham menegaskan bahwa kesulitan ekonomi tidak boleh menjadi pembenaran untuk menghalalkan segala cara. Menipu, mendzalimi, atau mengambil hak orang lain adalah perbuatan yang dilarang, terutama di masa-masa sulit.
Setiap Muslim diimbau untuk selalu menjaga kehormatan hartanya dengan memastikan rezeki yang didapatkan berasal dari jalan yang halal. Hal ini sejalan dengan peringatan Rasulullah SAW mengenai masa di mana manusia tidak lagi peduli apakah hartanya berasal dari jalan yang halal atau haram.
“Dalam riwayat Al-Imam Al-Bukhari dari sahabat Abu Hurairah RA, nanti akan datang masa kepada kalian yang di saat itu manusia tidak memperdulikan lagi dari mana dia dapatkan hartanya, dari cara yang halal ataupun dari cara yang haram. Semuanya menginginkan bagaimana caranya supaya dia dapat kehidupan, dapat harta bisa diberikan kepada anak dan istrinya. Tapi sedikit seorang muslim yang berpikir bahwa segala sesuatu yang diberikan untuk dirinya anak dan istrinya harusnya dia pelihara dari cara yang halal,” ungkap Ilham.
Dikatakan, pintu kemudahan rezeki terbuka lebar bagi mereka yang senantiasa meningkatkan ketakwaan. Takwa di sini dimaknai dengan menjalankan kewajiban sebagai kepala rumah tangga serta menjaga keluarga agar tetap berada di jalan Allah.
Sebagai penutup, Ilham mengajak jamaah untuk memperkuat sikap tawakal dengan menyandarkan seluruh urusan hanya kepada Allah. Dengan bersandar penuh kepada-Nya, Allah SWT menjamin akan memberikan kecukupan bagi hamba-Nya yang bertakwa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....