Meluruskan Niat dalam Setiap Amal Ibadah dan Perbuatan Baik

  • 17 Jul 2026 18:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Niat yang ikhlas memiliki kedudukan sangat tinggi dalam ajaran Islam dan dapat menjadikan amalan sederhana bernilai besar di sisi Allah Swt. Karena itu, setiap muslim dianjurkan meluruskan niat dalam setiap amal ibadah dan perbuatan baik.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Ahmad Fauzan Arifin, Lc., M.H., dari Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kalimantan Selatan dalam Program NGOBRAS RRI Pro 1 Banjarmasin, Kamis malam, 16 Juli 2026. Dialog bertema "Obrolan di Malam Hari (Deep Talk Islami)" membahas pentingnya membangun keikhlasan, menjaga hati, dan memperbaiki hubungan dengan sesama melalui kisah-kisah penuh hikmah dari para ulama.

Ahmad Fauzan menjelaskan, niat merupakan ibadah hati yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam. Niat yang benar dapat mengangkat amalan sederhana menjadi bernilai besar di hadapan Allah Swt.

Ia kemudian mengisahkan peristiwa pada masa Nabi Musa a.s. ketika terjadi paceklik. Seorang fakir memandang hamparan gunung pasir dan berniat menyedekahkan seluruhnya di jalan Allah jika gunung pasir itu berubah menjadi emas.

Menurutnya, Allah kemudian mewahyukan kepada Nabi Musa a.s. bahwa pahala sedekah hamba tersebut telah diterima dan dicatat. Kisah itu menunjukkan besarnya nilai keikhlasan dan niat dalam Islam.

"Niat adalah ibadah hati yang luar biasa," ujarnya. "Allah tidak hanya melihat amalan, tetapi juga keikhlasan hati seorang hamba."

Selain meluruskan niat, Ahmad Fauzan mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama manusia. Menurutnya, nilai ibadah dapat berkurang apabila seseorang gemar menyakiti orang lain melalui ucapan maupun perbuatan.

Ia mengutip hadis Nabi Muhammad saw. tentang orang yang bangkrut pada hari kiamat. Orang tersebut memiliki banyak amal, tetapi pahalanya habis karena menzalimi dan menyakiti sesama.

"Hubungan dengan sesama manusia harus dijaga sebaik mungkin," katanya. "Jangan sampai lisan dan perbuatan kita justru merugikan orang lain."

Ia menambahkan, seseorang yang pernah menyakiti orang lain dianjurkan meminta maaf apabila memungkinkan. Jika tidak dapat dilakukan, Islam menganjurkan memperbanyak tobat, mendoakan orang tersebut, serta memperbanyak amal kebaikan.

Ahmad Fauzan mengajak masyarakat menjadikan takwa sebagai bekal menjalani kehidupan. Menurutnya, takwa diwujudkan dengan memperbaiki hubungan kepada Allah Swt. sekaligus menjaga akhlak dan hubungan baik dengan sesama manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....