MBG Kembali Berjalan usai MPLS, Menu Disiapkan Lebih Bervariasi
- 17 Jul 2026 15:07 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parit Pekir dan SPPG Pemali kembali berjalan normal setelah berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebelumnya, penyaluran MBG tetap dilakukan kepada peserta didik selama pelaksanaan MPLS.
Pengelola SPPG Parit Pekir dan SPPG Pemali, Kwartanto, dalam program Bangka Belitung Pagi Ini di Pro 1 RRI Sungailiat mengatakan, sejak Senin, 13 Juli 2026, distribusi MBG telah kembali dilakukan secara penuh. Hingga hari kelima pelaksanaan, penyaluran makanan bergizi berlangsung lancar di seluruh sekolah yang menjadi sasaran.
"Di SPPG Parit Pekir Kecamatan Sungailiat, mulai Senin kemarin kami sudah menyalurkan sebanyak 3.218 porsi untuk 19 sekolah, termasuk dua pondok pesantren. Sampai hari ini distribusi berjalan normal. Sementara SPPG Pemali melayani 16 sekolah. Dua dapur yang kami kelola bahkan sudah melayani lebih dari ketentuan Badan Gizi Nasional yang maksimal 3.000 porsi per dapur," ujar Kwartanto.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan terkait cakupan penerima manfaat MBG, termasuk bagi siswa SMA.
"Sampai sekarang belum ada surat edaran yang menyatakan siswa SMA tidak lagi menerima MBG. Jadi penyaluran masih berjalan normal sambil menunggu apabila ada kebijakan baru dari pemerintah," katanya.
Dalam dialog interaktif, pendengar RRI, Dian dari Riding Panjang, menanyakan besaran anggaran MBG yang diterima setiap peserta didik. Menanggapi hal tersebut, Kwartanto menjelaskan bahwa nilai anggaran disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan.
"Untuk balita, TK, PAUD hingga siswa kelas 3 SD, anggaran MBG sebesar Rp8.000 per porsi. Sedangkan siswa kelas 4 SD hingga SMA sebesar Rp10.000 per porsi. Dengan anggaran tersebut kami tetap dapat menyajikan menu bergizi, seperti dua kali menu ayam dalam sepekan, daging, serta telur yang menjadi menu wajib meskipun tidak semua anak menyukainya. Karena itu, telur kami olah dengan berbagai variasi agar lebih diminati," jelasnya.
Menurut Kwartanto, menjaga kualitas makanan bagi ribuan penerima manfaat menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, sekitar 7.000 porsi makanan diproduksi setiap hari oleh dua dapur SPPG sehingga evaluasi dan peningkatan kualitas terus dilakukan.
"Setiap hari kualitas menjadi pekerjaan rumah kami. Kami terus melakukan peningkatan, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas makanan. Badan Gizi Nasional juga sedang melakukan pemetaan terhadap titik-titik layanan yang jumlah penerima manfaatnya sudah terlalu banyak agar pelayanan tetap optimal,"* tutup Kwartanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....