Pemkab Harap Dapur SPPG Air Saga Segera Beroperasi Kembali

  • 02 Jun 2026 16:47 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - Pemerintah Kabupaten Belitung berharap Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Saga dapat segera kembali beroperasi setelah kasus keracunan pada penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pembukaan kembali dapur tersebut dinilai penting agar layanan MBG dapat kembali diterima oleh ratusan siswa penerima manfaat. Selain itu, operasional dapur juga berkaitan dengan keberlangsungan pekerjaan para tenaga dan relawan yang selama ini terlibat dalam program tersebut.

Wakil Bupati Belitung sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis Kabupaten Belitung, Syamsir, mengatakan pemerintah daerah telah menyampaikan sejumlah rekomendasi setelah hasil pemeriksaan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang dibahas bersama instansi terkait.

Namun di sisi lain, Pemkab Belitung juga meminta agar proses pembukaan kembali dapur tidak berlarut-larut mengingat manfaat program yang dirasakan masyarakat.

"Kami juga meminta perwakilan BGN segera menyurati pihak terkait untuk mempercepat proses pembukaan kembali dapur SPPG. Sampai saat ini proses tersebut belum ditindaklanjuti, padahal secara koordinasi sebenarnya tinggal menunggu surat pencabutan dan pelaksanaannya dapat segera berjalan," kata Syamsir, Selasa 2 Juni 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah berharap perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat kabupaten dapat segera berkoordinasi dengan pihak wilayah maupun pusat agar operasional dapur dapat kembali berjalan.

"Karena itu kami berharap BGN di tingkat kabupaten segera berkoordinasi dengan pihak wilayah maupun BGN pusat agar dapur dapat kembali beroperasi. Sangat disayangkan apabila layanan kepada ratusan penerima manfaat terus terhenti," ujarnya.

Syamsir menambahkan, keberadaan dapur SPPG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi bagi siswa penerima manfaat, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian bagi sejumlah tenaga kerja dan relawan yang terlibat dalam operasional sehari-hari.

"Selain itu, para pekerja yang menggantungkan mata pencahariannya di dapur tersebut juga menjadi perhatian kami," ucapnya.

Ia menjelaskan, sejak kejadian berlangsung pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan bersama Dinas Kesehatan, Inspektorat, Dinas Pendidikan, serta BPOM. Bahkan sesaat setelah menerima laporan, dirinya langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak.

"Anak-anak yang terdampak tidak ada yang sampai dirawat inap. Keluhan yang muncul umumnya berupa sakit perut dan muntah. Tim dari puskesmas juga bergerak cepat melakukan penanganan sehingga kondisi mereka berangsur membaik dan dapat kembali ke rumah bersama orang tua masing-masing," katanya.

Sementara itu, warga Tanjungpandan, Kodri, mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Belitung yang mendorong percepatan operasional kembali Dapur SPPG. Menurutnya, program MBG memberikan manfaat bagi siswa dan membantu meringankan beban orang tua.

"Kami tentu berharap dapur bisa segera beroperasi kembali setelah seluruh evaluasi dan perbaikan dilakukan. Program ini sangat membantu anak-anak karena mereka mendapatkan makanan bergizi saat di sekolah," kata Kodri.

Ia menilai kejadian yang sempat terjadi harus menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak agar pelayanan ke depan lebih baik tanpa menghentikan manfaat program bagi masyarakat.

"Kalau memang hasil pemeriksaan sudah keluar dan ada perbaikan SOP, saya rasa program ini tetap perlu dilanjutkan. Yang penting pengawasannya diperketat agar kejadian serupa tidak terulang. Kasihan juga kalau terlalu lama berhenti karena banyak siswa yang menerima manfaat dan ada pekerja yang bergantung di dapur tersebut," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Belitung telah menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada BGN, di antaranya penguatan standar operasional prosedur (SOP), penghentian penggunaan bahan yang diduga menjadi pemicu kejadian, serta permintaan agar BGN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi.

Pemkab Belitung berharap seluruh rekomendasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga operasional Dapur SPPG Air Saga dapat kembali berjalan dengan standar keamanan pangan yang lebih baik dan pelayanan kepada para penerima manfaat dapat kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....